JAKARTA - London menjadi kota impian bagi banyak pelajar dunia ketika kuliah di Inggris. Kota metropolitan ini memiliki berbagai tempat menarik untuk dikunjungi, seperti Big Ben, London Eye, Westminster Abbey, dan masih banyak lagi.
Daya tarik London semakin didukung oleh banyaknya kampus kelas dunia yang berlokasi di sana. Dilansir dari Times Higher Education (THE), berikut ini lima besar kampus terbaik berdasarkan World University Rankings.
1. Imperial College London
Kampus riset ini unggul dalam bidang kedokteran, sains, dan teknik. Berlokasi di pusat Kota London, Imperial College London setiap tahun memberi gelar kepada 6.000 lulusan yang berasal dari 125 negara di dunia. Hingga saat ini, sudah ada 29 alumni yang meraih nobel.
2. University College London (UCL)
Berdiri sejak 1826, UCL menjadi kampus pertama di London. Kampus ini dijuluki 'London’s global university' lantaran keberagamannya. Setidaknya mahasiswa dari 150 negara di dunia terdaftar sebagai mahasiswa UCL. Kampus ini juga memiliki kemitraan dengan lebih dari 300 institusi asing.
3. London School of Economics and Political Science (LSE)
Kampus ini menawarkan 36 program sarjana dan 140 program pascasarjana. LSE sangat terkenal dengan kekayaan portofolionya di bidang antropologi dan sosiologi. Mahasiswa asing yang kuliah di sana berasal dari berbagai belahan dunia.
4. Kings College London
Kampus ini didirikan pada 1829 oleh King George IV dan the Duke of Wellington. menjadi salah satu kampus prestisius, King College London memiliki 12 alumni yang menjadi penerima Nobel. Menjadi kampus yang multikultural, banyak mahasiswa internasional yang kuliah di sana.
5. Queen Mary, University of London
Perlu diketahui, Queen Mary, University of London berdiri atas gabungan empat kampus, meliputi London School of Medicine and Dentistry, The Royal Hospital of St Bartholomew, Westfield college, dan Queen Mary College. Salah satu kelebihan kampus ini adalah tersedianya akomodasi yang terjangkau bagi para mahasiswa. Salah satu alumni ternama yang lulus dari kampus ini adalah ahli kimia Michael Dewar dan jurnalis John Rentoul.
(Susi Fatimah)