JAKARTA - Mulai pekan depan, sekolah sudah bisa mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dengan rekam akademis siswa. Data pada PDSS ini sendiri akan menjadi dasar pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016.
Ketua Umum Panitia SNMPTN dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 Rochmat Wahab menjelaskan, berdasarkan data SNMPTN 2015, terdapat 21.228 sekolah yang mendaftar melalui PDSS. Dari angka itu, tercatat 852.093 siswa mendaftar seleksi jalur undangan tahun lalu, dan 152.097 siswa di antaranya merupakan pendaftar bidikmisi.
"Dengan program sosialisasi yang efektif, diharapkan tahun ini jumlah sekolah dan siswa yang terdaftar meningkat, khususnya sekolah dan siswa yang berasal dari daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal)," ucap Rochmat dalam peluncuran SNMPTN dan SBMPTN 2016 di Kemristekdikti, Jakarta, Jumat (15/1/2016).
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu menjelaskan, PDSS sudah selesai dikembangkan dan siap digunakan. Bahkan, pada 18 Januari 2016 sudah dapat diakses oleh sekolah dan siswa.
"Tahap pengisian PDSS dibuka pada 18 Januari hingga 20 Februari. Kemudian, siswa kelas XII bisa mendaftar SNMPTN 2016 pada 29 Februari hingga 12 Maret," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Herry Suhardiyanto menambahkan, seleksi pada SNMPTN maupun SBMPTN akan melalui mekanisme ketat untuk mendapatkan calon-calon mahasiswa unggulan. Para calon mahasiswa terpilih ini diharapkan mampu menyelesaikan studinya dengan tuntas.
"Seleksi akan diikuti dengan instrumen untuk mendeteksi kecurangan. Tak ada perjokian. Selain itu akan dilakukan juga pemantauan hubungan antara nilai rapor dengan IPK. Upaya-upaya tersebut kami lakukan untuk menjemput mutiara-mutiara unggul yang ada di penjuru Indonesia," tandasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)