Dosen UBL Gelar Simulasi Pesta Demokrasi

, Jurnalis
Kamis 27 Agustus 2015 09:54 WIB
Sejumlah dosen UBL yang usai melakukan sosialisasi pilkada kepada warga Depok (foto: UBL)
Share :

DEPOK – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) merupakan pesta demokrasi yang paling ditunggu rakyat untuk memilih pemimpinnya. Tidak terkecuali dosen dan mahasiswa yang menjadi bagian dari rakyat itu sendiri.

Bentuk pemberian hak suara rakyat untuk memilih merujuk UU No 9 tahun 2014, di mana pemerintah melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengadakan Pilkada yang dilaksanakan serentak pada Desember 2015.

Untuk menambah wawasan masyarakat tentang Pilkada, sejumlah dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Budi Luhur (UBL) mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Pengasinan RT 06 RW 09 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Depok.

Sosialisasi ini dilaksanakan di Posyandu Anggrek 04 oleh tim PKM UBL yang diketuai Arin Fitriani, adapun anggota tim Denada dan Elistania. Sosialisasi diikuti oleh sekitar 30 orang warga yang didominasi oleh ibu rumah tangga. Dosen UBL ingin memberikan pemahaman tentang nilai-nilai demokrasi yang ideal kepada warga setempat.

Pada PKM ini, penekanan materi yang diberikan bukan pada bagaimana Pilkada dilaksanakan, hal ini karena semua peserta merupakan pemilih aktif yang telah berpengalaman dan berpartisipasi dalam pemilu.

Sehingga materi yang diberikan lebih fokus pada pendidikan demokrasi masyarakat. Tiga poin yang ditekankan ialah adanya kebebasan, persamaan dan pengawasan yang dimiliki setiap warga negara sebagai inti dalam pelaksanaan demokrasi.

“Selain menjelaskan nilai-nilai substantif demokrasi, tim PKM juga mengajak peserta ke dalam simulasi demokrasi secara nyata,” kata Arin Fitriani salah seorang dosen FISIP UBL, Kamis (27/8/2015).

Simulasi ini menekankan adanya partisipasi warga untuk turut mengkritisi pemimpinnya sesuai kaidah nilai demokrasi. Simulasi dilakukan melalui diskusi kelompok dengan mengidentifikasi masalah yang terjadi di lingkungan dan mencoba menawarkan solusinya.

“Pemaparan materi nilai-nilai demokrasi serta simulasi bersama warga diharapkan turut berkontribusi secara luas terhadap Indonesia yang menjadi negara dengan sistem demokrasi ideal bagi banyak negara di dunia,” tandasnya.

(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya