Kampus Australia Beri Beasiswa atas Nama Duo Bali Nine

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis
Jum'at 01 Mei 2015 21:01 WIB
Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. (Foto: AFP)
Share :

JAKARTA - Salah satu kampus di Negeri Kanguru, Australia Catholic University (ACU) akan memberikan beasiswa yang dinamai sesuai dua terpidana mati duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Beasiswa penuh itu bisa dimanfaatkan para pelajar Indonesia hingga lulus kuliah.

Dalam pernyataan resmi di laman resmi kampus, Vice-Chancellor ACU, Prof Greg Craven, menyatakan rasa duka mendalam bagi para keluarga serta teman Chan dan Sukumaran. Keduanya divonis mati oleh Pemerintah Indonesia karena berusaha menyelundupkan lebih dari 8 kg heroin dari Indonesia ke Australia. Kedua warga negara Australia tersebut dieksekusi mati di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, 29 April.

ACU, sendiri, kata Craven, turut memperjuangkan pembebasan keduanya dari vonis tersebut bersama ribuan warga Australia lain. Mereka beralasan, ACU berkomitmen pada martabat hidup seorang manusia yang berlaku sama baik itu pada korban maupun pelaku kejahatan.

"Sebagai universitas katolik yang mengampanyekan budaya hidup, kami menentang hukuman mati," ujar Craven, seperti dikutip dari laman ACU, Jumat (1/5/2015).

Craven mengimbuhkan, meski permintaan mereka agar Chan dan Sukumaran tidak dieksekusi ditolak, pihaknya meyakini masih ada harapan bagi para tahanan di seluruh dunia yang menghadapi nasib serupa. Dia menilai, hukuman mati adalah hukuman kejam dan tidak bermoral.

"Sebagai pengingat nasib Chan dan Sukumaran serta perjuangan para pendukungnya, ACU akan meluncurkan dua beasiswa bagi pelajar internasional dari Indonesia untuk menempuh studi sarjana di jurusan apa pun di kampus ACU," papar Craven.

Beasiswa ini, ujarnya, akan diberikan secara penuh serta menanggung semua kebutuhan kuliah penerimanya hingga masa studi berakhir yakni selama empat tahun. Seleksi beasiswa akan dilakukan berdasarkan prestasi akademis dan esai yang mereka tulis dengan tema "Kesucian Hidup Manusia" (The Sanctity of Human Life).

"Dalam langkah kecil namun simbolis, tulisan pelajar Indonesia tentang Kesucian Hidup Manusia akan menjadi kontribusi berkelanjutan terhadap penghapusan hukuman mati di Indonesia," imbuh Craven.

Craven menjelaskan, beasiswa tersebut akan menjadi penghormatan (tribute) yang tepat untuk keberanian dan martabat Chan dan Sukumaran. Selain Chan dan Sukumaran, pemerintah Indonesia juga mengeksekusi enam gembong narkoba lainnya dari berbagai negara. Sementara itu, hukuman mati terhadap terpidana kasus narkoba dari FIlipina, Mary Jane Veloso, ditangguhkan.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya