Kampus UMN Raih Juara di ASEAN

Margaret Puspitarini, Okezone · Senin 06 Oktober 2014 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2014 10 06 65 1048665 bF1Y9wOp76.jpg UMN menjadi juara tingkat ASEAN dalam kompetisi gedung hemat energi. (Foto: dok. UMN)

TANGERANG - Pemanasan global dan krisis energi menjadi persoalan bersama. Sehingga tidak mengherankan ketika berbagai pihak berlomba-lomba mengatasi persoalan tersebut dengan banyak cara. Salah satunya dalam konsep rancang bangun.

Universitas Multimedia Nusantara (UMN), misalnya. Mereka sengaja membangun Gedung New Media Tower sebagai bangunan hemat energi dengan memanfaatkan sirkulasi udara alami sehingga mengurangi penggunaan pendingin udara (AC).

Bangunan 12 lantai itu bahkan berhasil menyabet juara pertama sebagai Energy Efficient Building kategori Tropical Building dalam ASEAN Energy Award 2014. Sebelumnya, Gedung New Media Tower juga menjadi juara pertama gedung hemat energi tingkat nasional 2013 sehingga berhak maju di tingkat ASEAN.

Wakil Rektor UMN Andrey Andoko menyebut, Gedung New Media Tower berbasis energy saving sehingga meminimalisasi penggunaan listrik sebagai penggerak. Namun konsep energy saving berbeda dengan green building.

"Kami masuk kategori tropical building karena banyak menerapkan desain pasif, yakni tidak menggunakan listrik sebagai penggerak. Bukan green building tapi energy saving building. Green building banyak faktor dan gedung ini belum termasuk," ujar Andrey di Kampus UMN, Serpong, Tangerang, Senin (6/10/2014).

Menurut Andrey, kompetisi tingkat ASEAN itu diikuti oleh pihak industri, seperti hotel dan rumah sakit hingga gedung kementerian. Namun, hanya UMN yang menjadi perwakilan universitas yang berhasil meraih juara.

"Satu-satunya universitas lainnya industri dan bisnis. Mendapat apresiasi karena bukan industri dan bisnis yang melakukan konservasi tapi perguruan tinggi juga berpikir untuk melakukan hal tersebut," urainya.

Gedung New Media Tower berbentuk seperti iglo berwarna abu-abu dan dilapisi dengan dinding aluminum berpori. Sehingga sirkulasi udara bisa terjadi dengan mudah dan mendapatkan udara sejuk tanpa harus menggunakan pendingin udara.

Selain itu, kampus UMN juga melakukan konservasi alam dalam penggunaan air. Mereka menampung air hujan dan air kotor kemudian didaur ulang sehingga dapat digunakan untuk pendingin mesin, mengirim tanaman, dan pembersih toilet.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini