Share

Rektor Trisakti Harus Lengser

Neneng Zubaidah, Koran SI · Jum'at 25 Februari 2011 09:06 WIB
https: img.okezone.com content 2011 02 25 65 428686 izlzbXCu3z.jpg Rektor Usakti (kiri) menerima pengurus IKA USAKTI (kanan). (Foto : dok Usakti)

JAKARTA - Rektor Trisakti Thoby Mutis diminta untuk segera turun dari jabatannya menyusul adanya putusan eksekusi dari Mahkamah Agung (MA).

Ketua Tim V Trisakti Anak Agung Gde Agung yang diberi mandat Yayasan Trisakti untuk mengembalikan Universitas Trisakti di bawah naungan Yayasan Trisakti menyatakan, adanya peringatan (anmaning) tersebut, artinya Thoby Mutis diminta untuk segera meninggalkan dan melepas jabatannya sebagai Rektor Universitas Trisakti dengan diberi waktu tenggat delapan hari.

Seiring dengan adanya anmaning tersebut, lanjut Anak Agung, maka pihak tergugat yang sebanyak sembilan orang juga harus segera angkat kaki dari lingkungan Universitas Trisakti, termasuk Prof Dr Thoby Mutis, Avendi Simangunsong, SH., MM.; Prof. DR. H.A. Prayitno, dr. Sp. KJ, dan Drs. Immanuel Bonjol Siagian, MH.

“Dengan Putusan itu berarti Yayasan Trisakti adalah Badan Pembina Pengelola Badan Penyelenggara dari Universitas Trisakti yang sah secara hukum,” tegas Anak Agung.

Sementara Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat Lexsy Mamonto menjelaskan, pihaknya sudah memanggil Thoby Mutis cs dan memberikan teguran sebagai tahap eksekusi. “Delapan hari sejak anmaning dilakukan, pihak termohon harus segera melakukan atau menjalankan keputusan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap itu,” tandasnya.

Dia menambahkan, pihak Thoby Mutis cs sempat menyatakan keberatan karena telah mengajukan gugatan baru atas status yayasan Trisakti di PN Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Akan tetapi, lanjut lexsy, hal itu tidak akan menunda atau membatalkan  eksekusi.

Seperti diketahui, putusan Mahkaman Agung (MA) nomor 821 K/Pdt/2010 menolak permohonan kasasi dari Prof Dr Thoby Mutis; Avendi Simangunsong, SH., MM.; Prof. DR. H.A. Prayitno, dr. Sp. KJ, dan Drs. Immanuel Bonjol Siagian, MH.  Lebih jauh dengan putusan ini berarti, Prof Dr. Thoby Mutis dkk dinyatakan telah melakukan perbuatan melawan hukum, tidak mentaati isi putusan Mahkamah Agung RI Register No. 410 K/Pdt/2004 yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht).

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini