Share

4 Hal yang Perlu Diperhatikan Masyarakat Ketika Terjadi Gempa Bumi, Termasuk Mitigasinya

Ajeng Wirachmi, Litbang Okezone · Rabu 23 November 2022 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 624 2713266 4-hal-yang-perlu-diperhatikan-masyarakat-ketika-terjadi-gempa-bumi-termasuk-mitigasinya-ZkAjzhjqWw.jpg Ilustrasi/Unsplash

JAKARTA - Bencana alam yakni gempa bumi baru saja melanda Jawa Barat, tepatnya di Cianjur pada 21 November 2022.

Dalam peristiwa ini, lebih dari 200 orang dinyatakan tewas dan 151 orang lainnya hilang.

Ribuan rumah juga mengalami kerusakan. Edukasi dan pemahaman terkait mitigasi gempa merupakan hal yang harus diperhatikan ketika gempa bumi terjadi.

1. Selamatkan Diri

Keselamatan diri menjadi hal utama yang harus diperhatikan saat terjadi gempa. BPBD Kabupaten Bogor menyebut, langkah ini memang terdengar cukup egois.

Namun, sebenarnya mampu membantu agar korban jiwa yang berjatuhan tidak terlalu banyak.

Meskipun, jika memungkinkan seseorang juga mampu menyelamatkan orang di sekitarnya. Anda bisa berlindung di bawah meja atau objek keras lainnya.

Apabila sedang memasak, pastikan kompor sudah dalam keadaan mati dan cabut semua aliran listrik demi menghindari kebakaran.

Sementara itu, jangan juga terlalu memikirkan barang-barang berharga yang kita miliki. Apabila sudah berhasil keluar, seseorang bisa langsung memeriksa jalur evakuasi terdekat dan teraman bagi orang-orang di sekitarnya.

Kepekaan juga sangat dibutuhkan dalam hal ini. Kecakapan dalam mengatasi rasa panik harus dimiliki oleh tiap-tiap orang. Sebab, kepanikan yang berlebih justru akan memperkeruh suasana.

2. Selalu Simpan Nomor Darurat

Masyarakat sebaiknya langsung menghubungi pihak terkait ketika terjadi sebuah bencana. Itulah mengapa, penting untuk menyimpan nomor-nomor penting atau darurat di gawai masing-masing.

Contoh layanan nomor panggilan darurat yang bisa dihubungi adalah 112. Menurut Kominfo, nomor ini akan terhubung dengan call center yang dibangun oleh pemerintah daerah.

Sementara itu, ada pula nomor 110 untuk menghubungi pihak kepolisian, 115 untuk Basarnas, 119 untuk Kemenkes atau akses ambulans, serta BNPB di nomor 117.

Nomor-nomor tersebut disediakan oleh pemerintah pusat.

3. Edukasi Diri Sendiri

Masyarakat Indonesia dapat dikatakan sudah memahami internet. Berbagai informasi bisa didapat dengan sangat mudah, termasuk mitigasi bencana alam.

Sebagai masyarakat cerdas dan melek teknologi, kita seharusnya rajin mengedukasi diri sendiri mengenai hal-hal apa saja yang wajib dilakukan ketika terjadi bencana alam, terutama gempa bumi.

Contoh edukasi yang bisa diperoleh adalah metode penyelamatan diri ketika gempa. BPBD Kabupaten Bogor menyebut, langkah drop, cover, dan hold on bisa diterapkan.

Sederhananya, masyarakat harus menurunkan posisi tubuh yang lebih rendah, mencari pelindung atau penutup kepala dan leher, serta tetap berlindung di tempat kokoh.

Jika kita sudah berhasil mengedukasi diri sendiri, maka edukasi kepada orang terdekat dapat langsung dilakukan.

4. Kenali Kondisi Geografis Lokasi Tinggal

Satu hal penting yang juga harus diperhatikan adalah mengenali kondisi geografis lokasi yang kita tinggali.

Poin tersebut merupakan hal dasar yang wajib diketahui masing-masing individu. Apalagi, Indonesia masuk salah satu negara yang rawan terkena gempa bumi.

Melansir laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sumber gempa bumi di Indonesia umumnya berada di zona subduksi dan sesar aktif di darat.

Zona ini rupanya membentang di Pulau Jawa, selatan Pulau Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku.

ESDM juga menyebut beberapa lokasi di Indonesia yang rawan gempa bumi, seperti Kalimantan Timur, Riau, Jawa Barat, NTT, dan Sumatera Selatan.

Sementara itu, informasi mengenai kondisi geografis juga mampu dilacak dari keterangan warga yang sudah lebih dulu menetap.

Bukan hanya gempa bumi, rekam jejak geografis lokasi tinggal yang juga patut diketahui adalah banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini