Share

Fenomena FOMOGA yang Dialami Remaja Beranjak Dewasa, Bagaimana Mulai Menyadarinya?

Nisaul Aufa, Presma · Rabu 16 November 2022 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 16 65 2708423 fenomena-fomoga-yang-dialami-remaja-beranjak-dewasa-bagaimana-mulai-menyadarinya-rWE8lEYqoY.jpg Ilustrasi/Unsplash

JAKARTA - Seperti yang kita ketahui, menjadi dewasa bukanlah hal yang mudah. Padahal menjadi dewasa adalah suatu hal yang diidam-idamkan kebanyakan orang ketika masih kecil.

Enak ya sudah besar, bisa melakukan apapun dengan bebas. Namun pada kenyataannya pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Mungkin sebagian orang menikmati ketika memasuki tahap dewasa, tapi untuk sebagian yang lainnya bisa jadi mengalami kehidupan yang penuh rasa cemas, tekanan dan ketidakbermaknaan hidup. Fase inilah yang sering disebut dengan istilah quarter-life crisis.

Quarter-life crisis sering dialami oleh terutama oleh remaja yang beranjak dewasa ketika mereka harus mulai mengemban beberapa tanggung jawab dan belajar mengambil keputusan.

Dalam fase ini pastinya kita pernah mengalami perasaan spesifik berupa kecemasan dan takut tertinggal jika melihat pencapaian orang lain.

Ketika sedang asik scroll Instagram dan melihat postingan teman-teman kita dengan berbagai hal yang mereka bagikan akan mungkin terbesit muncul rasa iri.

Nah, bisa jadi nih jika kamu merasakan ciri perasaan yang disebutkan di atas maka apa yang kamu alami adalah FOMOGA.

Apa itu FOMOGA?

FOMOGA merupakan bentuk singkatan dari fear of missing out on goal achieving yang berarti perasaan takut tertinggal dalam mencapai tujuan hidup.

Apakah wajar mengalami FOMOGA? jawabannya adalah iya, karena fase ini merupakan hal umum yang terjadi pada kalangan dewasa muda.

Ketika pada masa dewasa muda merupakan masa peralihan dan disibukkan dengan beradaptasi pada hal-hal baru seperti mulai terjun di dunia kerja, kuliah atau baru saja menyelesaikan pendidikan dan tahap mencari pekerjaan dan lain sebagainya.

Diperkuat dengan harapan orangtua dan ekspektasi individu terhadap dunia luar yang semakin menambah cemas dan takut terutama akan masa depannya.

Seorang penulis Handbook for Today, Anna Tomkins memberikan beberapa tips untuk mengatasi FOMOGA, di antaranya adalah:

1. Kenali Diri

Sebelum menginginkan sesuatu yang hebat pastinya kita perlu mengenali diri sendiri terlebih dahulu.

Apa yang kita punya dan berikan untuk mencapai hal tersebut. Apa tujuan keinginan tersebut, apakah untuk kepentingan diri atau orang lain.

Namun, kita juga harus tetap memperhatikan diri kita sendiri. Jangan sampai terlalu menyalahkan atau mengkritik diri sendiri.

2. Buat Tujuan yang Realistis

Ketika membayang sesuatu hal yang besar hanya akan terlihat bagian enaknya saja tapi untuk mencapainya perlu kerja keras.

Individu yang mematok tujuan atau keinginan yang terlalu tinggi atau tidak sesuai dengan kemampuan diri akan wajar ketika mengalami kegagalan.

Tentunya demi mencapai tujuan tersebut terlalu sulit jika dilakukan walaupun sudah melakukan banyak upaya.

Oleh karena itu, perlunya individu untuk menyusun tujuan yang realistis dan mulai menentukan target yang bisa dicapai dengan merealisasikannya secara pelan-pelan.

3. Bersyukur

Berhenti menengok orang lain atau mengejar pencapaian mereka dan renungkan sejenak apa saja yang telah kita miliki.

Apakah hal yang ada di samping kita masih kurang? dan hal seperti apakah yang masih kita inginkan?

Kita juga perlu menganalisis apakah keinginan kita bersumber dari kebutuhan, diri sendiri atau untuk memenuhi tuntutan sosial.

 

Nisaul Aufa

Aktivis Persma Eryhthro FK UNS

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini