Share

UPN Veteran Jakarta Membentuk Satgas Cegah Kekerasan Seksual

Natalia Bulan, Okezone · Selasa 18 Oktober 2022 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 18 65 2689575 upn-veteran-jakarta-membentuk-satgas-cegah-kekerasan-seksual-ceEoXSNZ3J.jpg UPN Veteran Jakarta membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual/Antara

JAKARTA - Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta menunjukkan kepedulian terkait masalah kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual.

“Ini adalah bentuk komitmen kita bahwa kita tidak mentolerir kekerasan seksual khususnya di lingkungan UPN Veteran Jakarta,” kata Rektor UPN Veteran Jakarta Erna Hernawati dalam acara pelantikan Satgas PPKS di UPN Veteran Jakarta dikutip dari Antara, Selasa (18/10/2022).

Menurutnya, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual beranggotakan 25 orang yang terdiri atas dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas UPN Veteran Jakarta.

Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada anggota satgas yang bersedia meluangkan waktunya untuk menunjukkan kepedulian terkait pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual.

“Saya percaya bahwa satgas ini akan bekerja dengan baik sesuai dengan pakta integritas yang tadi sudah disampaikan,” ujarnya,

Pihak kampus, lanjutnya, sangat mendukung apapun yang dilakukan oleh satgas karena juga merupakan tanggung jawab dari seluruh kampus.

Follow Berita Okezone di Google News

Erna menjelaskan bahwa pembentukan satgas tersebut merupakan amanah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.

Kemendikbudristek mencatat sepanjang Januari-Juli 2022 terdapat 12 kasus kekerasan seksual yang terjadi di tiga sekolah dalam wilayah Kemendikbudristek dan sembilan kasus di satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama.

“Selain itu juga ada hal yang cukup meresahkan yaitu siaran pers Komnas Perempuan tentang catatan tahunan untuk tahun 2022 di mana tercatat sebanyak 338.496 kasus kekerasan seksual yang telah diadukan pada tahun 2021,” ujarnya.

Komnas Perempuan juga mencatat bahwa dalam kurun 10 tahun terakhir dari 2010-2020 angka kekerasan seksual terhadap perempuan mengalami peningkatan mulai dari 105.103 kasus pada tahun 2010 meningkat menjadi 299.911 kasus pada tahun 2020.

Di antara data tersebut, perguruan tinggi menempati urutan pertama dalam terjadinya kasus kekerasan seksual pada 2015-2021.

Kemudian berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kemendikbudristek di 29 kota di 79 kampus pada tahun 2020, terdapat 63 persen kasus kekerasan seksual yang tidak dilaporkan semata-mata hanya untuk menjaga nama baik kampus.

Oleh karenanya, Mendikbudristek Nadiem Makarim telah mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini