Share

8 Mahasiswa Irak Buat Kendaraan Bertenaga Surya untuk Proyek Kelulusannya

Natalia Bulan, Okezone · Senin 04 Juli 2022 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 65 2623250 8-mahasiswa-irak-buat-kendaraan-bertenaga-surya-untuk-proyek-kelulusannya-1nUD5gry1o.jpg 8 mahasiswa Irak buat kendaraan bertenaga surya/VOA Indonesia

IRAK - Sekelompok mahasiswa Irak membuat kendaraan bertenaga surya sebagai bagian dari penelitian ujian akhir di American University of Iraq di Sulaymaniyah.

Dikutip dari VOA Indonesia. mahasiswa teknik energi berharap dapat mengembangkan kendaraan tenaga surya agar cukup efisien untuk digunakan di jalan-jalan wilayah Kurdi, Irak.

Mereka adalah delapan mahasiswa jurusan teknik energi di perguruan tinggi di Sulaymaniyah Irak utara telah menciptakan kendaraan tenaga surya sebagai bagian dari proyek kelulusan akhir mereka.

Kendaraan yang mereka ciptakan memiliki empat panel surya yang menghasilkan tenaga surya yang dibutuhkan untuk mengisi enam baterai di dalam mobil.

"Mobil yang ada di belakang ini disebut SVI-01, yang merupakan singkatan dari kendaraan surya pertama di semua universitas di Irak, dan setiap anggota berperan penting dalam pembuatan mobil ini. Mobil ini memiliki empat panel yang terhubung ke enam baterai. Panel bisa mengisi baterai melalui tenaga surya dari matahari, energi matahari, dan kemudian baterai dihubungkan ke motor hub DC yang membantu mobil berjalan," kata Lawand Anjam, insinyur energi dari American University of Iraq di Sulaymaniyah.

Baterai-baterai itu memberi daya pada motor 4000 watt agar kendaraan itu bisa berjalan.

Setiap panel surya memiliki kapasitas 170 watt, dan perlu waktu tiga hingga empat jam untuk mengisi baterai hingga penuh.

Ketika baterai terisi penuh, mobil itu bisa berjalan dan dikemudikan selama satu setengah jam tanpa henti.

"Tujuan kami adalah mengembangkan model kendaraan tenaga surya sehingga kami kelak bisa menggunakannya dengan mudah di jalan dan bisa meningkatkan efisiensi tenaga surya serta membuat motor yang bekerja dengan lebih sedikit energi sehingga memerlukan baterai dan energi matahari yang lebih sedikit," papar Zaniyar Faridun, mahasiswa jurusan teknik energi yang ikut serta dalam proyek ini.

Mobil yang diberi nama SVI-01 ini bisa melaju 110 kilometer per jam, tetapi kecepatannya saat ini dibatasi oleh komputer hingga 40 km/jam.

"Mobil dibentuk dan dirancang secara aerodinamis untuk membagi tekanan hambatan udara dan membagi bagian atas secara merata, sehingga bobot mobil akan lebih ringan," kata Lawand Anjam.

Mobil itu dirancang untuk digunakan oleh staf dan anggota fakultas di kampus perguruan tinggi tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini