Share

Cerita Inspiratif: Anak Penghafal Al-Qur'an, Sang Ibu Jebolan Harvard University

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Selasa 28 Juni 2022 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 624 2619697 cerita-inspiratif-anak-penghafal-al-qur-an-sang-ibu-jebolan-harvard-university-6F7ndWpdRi.jpg Elhurr Zohaeri bersama ibu dan ayahnya setelah diwisuda sebagai lulusan penghafal Qur'an terbaik di PQBS/MA Pondok Quran/Istimewa

BANDUNG - Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, istilah itulah yang kiranya tepat untuk menggambarkan sosok Elhurr Zohaeri.

Elhurr Zohaeri adalah seorang penghafal Qur'an asal Bandung yang memiliki ibu bernama Sidrotun Naim yang merupakan lulusan Harvard University.

Elhurr menjadi lulusan terbaik dari Pesantren Pondok Qur'an Boarding School (PQBS)/MA Pondok Quran di Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Elhurr merupakan bagian dari 45 lulusan Hafidh Hafidhoh yang terdiri dari putra 17, dan putri 28 dari Pesantren PQBS/MA Pondok Quran yang menjalani wisuda tingkat SMA/Aliyah angkatan II tahun 2022 di Prime Park Hotel, Kota Bandung, Sabtu (25/6/2022) lalu.

Kira-kira setengah lulusan khatam menghafal Qu'ran 30 juz.

Acara wisuda dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik (PHP) Kabupaten Bandung, Mochamad Usman S.Sos M.Si dan Camat Cilengkrang M. Dani SH MM.

Selain itu, hadir pula Pengasuh PQBS, KH Hery Saparjan Mursi, para alim ulama, para ustaz/ustazah, wali murid, dan tamu undangan.

Elhurr mengaku mendapatkan banyak hikmah dari membaca Al-Qur'an.

Menurutnya, berkah membaca Al-Qur'an akan terus mengalir di kemudian hari.

"Hikmah membaca Al-Qur'an banyak banget. Sewaktu di pesantren, terlihat seperti hanya membaca dan menghafal, tetapi di kemudian hari barokahnya akan terus ada. Terima kasih kepada para guru-guru PQBS. Semoga makin banyak santri ke PQBS dan makin sukses," tutur Elhurr yang mengaku berencana berkuliah tafsir di Universitas Al Azhar, Kairo itu.

Menariknya, Elhurr sendiri menjalani masa kanak-kanak dan SD di Amerika Serikat, termasuk saat ibunya yang berkecimpung di bidang bioteknologi kesehatan dan akuakultur, kemudian kuliah dan lulus dari Harvard University di bidang Kebijakan dan Administrasi Publik.

Ibunya adalah wisudawan terbaik untuk kelasnya. Tidak aneh jika Elhurr juga mengikuti jejak ibunya sebagai lulusan terbaik.

Sebagai seorang penghafal Qur'an, Elhurr mengikuti jejak leluhurnya di Solo. Saat SMP, Elhurr bersekolah di SMP Al Islam 1 Surakarta dan menjadi santri di Pondok Jamsaren, salah satu pondok tertua di Pulau Jawa dengan Kiai Idris sebagai tokohnya.

Ketika ibunya mengajak berziarah ke makam kakeknya dan diceritakan bahwa sang kakek adalah penghafal Qur'an, Elhurr lebih percaya diri bahwa jika kakek buyutnya bisa, maka dia pun akan berusaha.

Program menghafal Qur'an 30 juz akhirnya dia rampungkan di PQBS selama 10 bulan pada usia 14 tahun, tepat di awal pandemi melanda Indonesia.

"Setoran juga dilakukan lewat Zoom. Semua terjadi hanya karena izin dari Allah," tuturnya rendah hati.

Sejak usia 4 tahun, Elhurr sudah memiliki ketertarikan untuk menghafal Qur'an, sama kuatnya dengan ketertarikannya kepada angka/ matematika.

Bahkan, ketika menjadi perwakilan wisudawan untuk memberikan sambutan, Elhurr menyampaikan bahwa dia tidak pandai berpidato, lebih suka berjam-jam menyelesaikan persamaan matematika atau menghafal Quran yang menurutnya sama-sama berpola.

Sementara itu, sang ibu, Sidrotun Naim berharap, selain menjaga hafalan Qur'annya, Elhurr juga mampu menjaga akhlaknya hingga tumbuh dewasa dan tua kelak serta tercapai segala cita-citanya.

"Semoga anak kami selalu menjaga hafalannya dan akhlaknya, dikuatkan apapun cita-citanya profesinya ke depan, selalu menjadi pemersatu di manapun berada," ungkap Naim.

Menurut Naim, para penghafal Qur'an memiliki posisi tersendiri di dalam masyarakat, khususnya umat muslim, seperti hiasan berkilau yang menerangi umat dan saling menjaga bersama Al-Quran.

"Para penghafal Qur'an adalah keluarga Allah di muka bumi, sebuah kehormatan yang luar biasa," ucapnya.

Sidrotun Naim adalah Direktur Akademik di IPMI Business School Jakarta dan Tenaga Ahli Menteri Kesehatan bidang Inovasi Kesehatan. Dia pun pernah bekerja di industri dan NGO.

Naim adalah lulusan Harvard University, sedangkan ayah Elhurr bernama Dedi Priadi, seorang wirusahawan pemilik perusahaan Priadi dot id yang bergerak di bidang sumber daya manusia berbasis sidik jari.

Untuk diketahui, selain fasih berbahasa Inggris dan Arab, Elhurr juga mampu berkomunikasi dalam bahasa Jawa dan memahami bahasa Sunda. Bekal yang unik untuk belajar tafsir.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini