Share

Saran Akademisi UB untuk Menteri Baru: Berantas Mafia Minyak Goreng dan Mafia Tanah

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 17 Juni 2022 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 65 2613408 saran-akademisi-ub-untuk-menteri-baru-berantas-mafia-minyak-goreng-dan-mafia-tanah-dVJ7p8ZjWu.jpg Foto: Okezone

MALANG - Akademisi Universitas Brawijaya (UB) memberi masukan penting kepada menteri baru kabinet Indonesia Maju. Pasalnya saat ini persoalan kenaikan harga pangan dan masih belum selesainya sengketa tanah, harus menjadi perhatian serius kabinet Indonesia Maju di sisa waktu jabatannya.

Pakar Pemerintahan Wawan Sobari memberikan saran agar Menteri Perdagangan (Mendag) RI Zulkifli Hasan yang baru dilantik, harus segera bergerak cepat menangani kondisi sistem yang ada saat ini, salah satunya dengan menggerakkan intelijen perdagangan. Pasalnya persoalan yang dialami Kementerian Perdagangan (Kemendag) dinilai cukup kompleks.

"Intelijen perdagangan ini penting mendeteksi apa-apa saja yang terjadi di pasar. Jangan lupa pula kita punya Komisi Pengawas Persaingan Usaha, mereka Lembaga formal dan bisa untuk dimanfaatkan oleh Menteri Perdagangan,” ucap Wawan melalui keterangan tertulisnya, pada Jumat (17/6/2022).

Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Brawijaya ini menegaskan, menteri perdagangan tak bisa jalan sendiri mengingat perannya juga membutuhkan bantuan menteri lainnya seperti menteri pertanian. Bahkan Mendag juga harus bersinergi dengan aparat penegak hukum yang mempunyai kewenangan dalam penegakan hukumnya.

"Kemudian Kepolisian yang bisa membantu agar tidak ada hal yang menyimpang, kejaksaan juga bisa. Kementerian Perdagangan harus harmonis dengan lembaga lain dan bisa baca situasi pasar,” tuturnya.

Pekerjaan rumah terbesar Mendag dikatakan Wawan tentu soal minyak goreng dan harga sembako. Pasalnya munculnya mafia minyak goreng perlu menjadi perhatian serius bagi Kemendag.

“Tentu yang jadi perhatian sekarang di Kementerian Perdagangan adalah mafia minyak goreng. Dan kita semua sudah tahu ternyata orang dalam yang bermain. Jadi kelangkaan yang sempat terjadi bukan karena bahan baku tapi karena ada penyimpangan,” jelasnya.

Tak hanya minyak goreng, harga sembako juga menjadi pekerjaan rumah lainnya yang sudah menanti Mendag Zulkifli Hasan yang sekaligus Ketua Umum PAN ini. "Ini penting karena pasca pandemi Indonesia butuh kecepatan lebih dalam pemulihan ekonomi,” paparnya.

Sementara untuk Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Wawan meminta menteri baru fokus pada reformasi agraria yang sudah dicanangkan Presiden Jokowi yaitu soal tanah sosial yang dibagikan untuk rakyat.

“Program ini jangan sampai di level paling bawah ada penyimpangan. Misalkan ada beberapa kasus sertifikat tidak sampai ke tangan penerima. Belum lagi ada kasus lain untuk mendapat sertifikat harus membayar,” ucap alumni Doktor di Flinders University of South Australia ini.

Kehadiran Hari Tjahjanto sebagai Menteri ATR, dari latarbelakang mantan Panglima TNI yang memiliki pengalaman kemiliteran yang tak perlu diragukan lagi. Apalagi pria kelahiran Singosari, Kabupaten Malang ini memiliki relasi yang akan membantu merealisasikan program tersebut.

“Beliau kan paham bagaimana bekerja sama dengan aparat. Tidak hanya pendekatan bukti hukum tapi pak Hadi punya kemampuan intelijen sehingga akan ada hal berbeda di tata ruang dan keagrariaan,” pungkasnya. (bul)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini