Share

Mengapa Negara Perlu Memiliki Alat Perlengkapan Keamanan? Simak Penjelasannya Ini

Natalia Bulan, Okezone · Rabu 25 Mei 2022 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 624 2598858 mengapa-negara-perlu-memiliki-alat-perlengkapan-keamanan-simak-penjelasannya-ini-1ZjEtUSL5T.jpg Ilustrasi/Pixabay

JAKARTA - Mengapa negara perlu memiliki alat perlengkapan keamanan? Mungkin ini adalah pertanyaan yang terkadang muncul di benak kita.

Menarik ke sejarah Indonesia, terbentuknya Alat Kelengkapan Keamanan Negara (BKR, TKR, dan TNI) memiliki perjalanan yang panjang sejak masa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 1945.

Mengutip dari Buguruku.com, berawal dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada tanggal 22 Agustus 1947 oleh pemerintah dan bukan angkatan perang.

Pembuatan BKR bertujuan untuk menghindari permusuhan dengan sekutu. Tugas BKR hanya menjaga keamanan dan anggotanya terdiri dari mantan pasukan PETA, Heiho, dan Laskar Rakyat.

Kebijakan pemeerintah tersebut mendapat reaksi dari para pemuda dengan membentuk Laskar Rakyat, seperti Angkatan Pemuda Indonesia (API), Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) dan Barisan Pemberontak Republik Indonesia (BPRI).

Berlanjut ke momen kedatangan NICA yag bermaksud untuk menjajah kembali Negara Indonesia, yang langsung mendapatkan reaksi dari para pejuang Indonesia agar pemerintah segera membentuk Tentara Nasional.

Maka tanggal 5 Oktober 1945, pemerintah RI membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945 yang dipimpin oleh Supriyadi.

Karena tidak jelas keberadaannya, maka perlu ditunjuk seseorang sebagai penggantinya. Pilihan itu kemudian jatuh pada Kolonel Sudirman yang diangkat menjadi pimpinan tertinggi TKR dengan pangkat Jenderal.

Sementara Mayor Sumoharjo diangkat sebagai Staf TKR dengan pangkat Letnan Jenderal.

Sebutan angkatan perang RI pun berubah menjadi TKR sejak tanggal 7 Januari 1946, kemudian pada tanggal 26 Januari 1946, diterbitkanlah maklumat pergantian nama dari TKR mejadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Selanjutnya, namanya kembali berubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 3 Juni 1947 untuk menggantikan TRI sebagai alat pertahanan negara atau angkatan perang RI.

Mengutip dari laman Kodam1, TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan dalam menjalankan tugasnya berdasakran kebihakan dan keputusan politik negara.

Fungsi TNI adalah sebagai berikut:

1. Penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.

2. Penindak terhadap setiap bentuk ancaman sebagaimana dimaksud pada nomor satu

3. Pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan

Sementara tugas-tugas TNI adalah sebagai berikut:

1. Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasaar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

2. Tugas pokok yang dimaksud di nomor satu dilakukan dengan:

- Mengatasi gerakan separatis bersenjata;

- Mengatasi pemberontakan bersenjata;

- Mengatasi aksi terorisme;

- Mengamankan wilayah perbatasan;

- Mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis;

- Melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri;

- Mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya;

- Memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta;

- Membantu tugas pemerintahan di daerah;

- Membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang;

- Membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia;

- Membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan;

- Membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue); serta

- Membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan dan penyelundupan.

3. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada nomor dua, dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

Melihat sejarah dan fungsi TNI di atas, tentunya menjadi masuk akal setiap negara memiliki perlengkapan keamanan. Karena berfungsi untuk menjadi pengaman negara dari serangan-serangan atau kejadian-kejadian yang tidak diinginkan datang ke negara tanpa ada perlindungan apa pun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini