Share

Dosen Unpad Peringatkan Masyarakat Tetap Waspada Meski Penggunaan Masker Dilonggarkan

Tim Okezone, Okezone · Kamis 19 Mei 2022 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 65 2596875 dosen-unpad-peringatkan-masyarakat-tetap-waspada-meski-penggunaan-masker-dilonggarkan-yYTgsfOWFc.jpg Ilustrasi/Pixabay

BANDUNG - Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Yulia Sofiatin mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap penularan Covid-19 meski Pemerintah sudah menerapkan kebijakan pelonggaran masker di ruang terbuka dua hari yang lalu.

"Kita harus tetap hati-hati. Jangan sampai seperti di Inggris yang pernah menerapkan pelonggaran masker, tetapi harus pakai lagi karena kasusnya naik," ungkap Yulia melalui siaran pers Kanal Media Unpad.

Ia menjelaskan kebijakan pelonggaran masker di ruang terbuka yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) didasarkan pada jumlah kasus harian Covid-19 yang menurun.

Kebijakan ini adalah suatu kemajuan Indonesia dalam penanganan wabah Covid-19. Di sisi lain, upaya vaksinasi yang dilakukan Pemerintah sudah menunjukkan hasil yang baik.

Kendati diperbolehkan melepas masker, masyarakat harus tetap berhati-hati dan membatasi diri. Ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi seseorang ketika hendak melepas masker.

Yulia menjelaskan, syarat pertama adalah seseorang harus sudah divaksinasi, baik vaksinasi lengkap dengan booster ataupun minimal vaksinasi dua kali.

Orang yang sudah divaksinasi memiliki potensi lebih aman dari penularan virus Covid-19. Selain itu, seseorang tersebut harus dalam kondisi sehat, tidak dalam kondisi sakit atau komorbid. Jika seseorang memiliki komorbid, wajib untuk tetap memakai masker.

Demikian halnya ketika seseorang sedang sakit dan terpaksa ke luar rumah, maka tetap wajib memakai masker.

Yulia melanjutkan, beragam kebiasaan baik yang dilakukan selama pandemi, di antaranya rajin mencuci tangan, membawa penyanitasi tangan, hingga menjaga jarak dan menghindari kerumunan tetap wajib dilakukan.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kasus penularan Covid-19 tidak menjadi tinggi kembali.

"Virusnya sebenarnya bukan sudah tidak ada, tetapi masih ada. Karena itu, kita harus lihat pengalaman negara lain yang euforia tidak pakai masker, tetapi (kasusnya) muncul lagi. Mudah-mudahan di kita jangan sampai seperti itu," jelasnya.

(bul)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini