Share

Wagub Jatim Emil Dardak Sebut SMK Jawaban Tantangan Perekonomian

Lukman Hakim, Koran SI · Jum'at 13 Mei 2022 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 624 2593420 wagub-jatim-emil-dardak-sebut-smk-jawaban-tantangan-perekonomian-mNdpAHKVZJ.jpg Wagub Jatim Emil Dardak (Foto : MPI/Lukman Hakim)

SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Elestianto Dardak menyebut, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bisa menjadi jawaban atas tantangan perekonomian seiring dengan perkembangan zaman. Itulah mengapa, kini pemerintah tengah fokus pada perkembangan SMK.

"SMK ini memang sangat sesuai untuk kebanyakan generasi muda di Indonesia. Itulah mengapa saat ini elemen kepemerintahan, termasuk Dinas Pendidikan fokus untuk mendorong kemajuan SMK. Karena pendidikan vokasi bisa menjadi jawaban untuk ekonomi di masa depan," katanya saat menghadiri Launching National Showcase SMK Bisa Binaan Group Astra di SMK PGRI 2 Ponorogo, Kamis (12/5/2022).

Menurut Emil, SMK bisa menjadi solusi permasalahan ekonomi maupun dunia kerja karena SMK memang didesain untuk keperluan industri. Yang mana, kurikulum didesain sesuai dengan kebutuhan industri.

"Kemitraan yang lebih luas juga dapat dibangun melalui afiliasi dengan Astra. Mengingat, SMK PGRI 2 Ponorogo merupakan binaan perusahaan Astra. Sehingga potensi membangun jaringan ke pihak lain akan lebih besar," ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek, Wikan Sakarinto mengatakan bahwa tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK sejak tahun 2021 hingga sekarang telah turun sebanyak 2,35 persen, yakni dari 13 persen menjadi 9,54 persen.

Wikan juga menyatakan, SMK PGRI 2 Ponorogo merupakan satu dari 1.400 SMA pusat keunggulan. Salah satu dari tugas yang diemban adalah semua SMA tersebut tidak punya eksklusivitas dan mencontohkan program unggulan kepada sekolah lainnya.

"Semuanya akan menerapkan kurikulum baru yaitu kurikulum Merdeka, yaitu kurikulum yang jauh lebih fleksibel, kurikulum yang lebih adaptif dengan apa yang diinginkan oleh industri. Kurikulum yang tidak lagi mengikat isi tetapi kurikulum yang kita cuma atur di rangkanya aja sebagai acuan," jelasnya.

(aky)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini