Share

Kisah Raden Wijaya Terpojok Dikalahkan Pasukan Kediri, Terpaksa Kabur ke Madura

Alyssa Nazira, Okezone · Jum'at 13 Mei 2022 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 624 2593068 kisah-raden-wijaya-terpojok-dikalahkan-pasukan-kediri-terpaksa-kabur-ke-madura-xh7qCoSTsf.jpg Raden Wijaya/Istimewa

JAKARTA - Pertempuran Wijaya beserta 600 pengawal raja yang bertempur di bagian Utara kota menjadi yang tersisa dari peristiwa penyerbuan oleh Pasukan Kediri terhadap Kerajaan Singasari.

Mereka bertarung secara sengit demi merebut kembali ibu kota. Akan tetapi, pasukan Kediri yang jumlahnya lebih besar itu mengepung desa Kambang Sri dan memaksanya mundur ke seberang Sungai Brantas yang deras.

Di sanalah sebagian besar pasukannya tenggelam, sebagian lagi tertangkap dan sisanya yang berhasil menyeberangi sungai tercerai-berai.

Namun pada akhirnya, ia berhasil mencapai desa Kudadu dalam kondisi letih, lapar dan sedih.

Kepala desa menyambutnya dengan tulus, serta menyuguhkan makanan dan minuman. la pun memberikan tempat berlindung, menyembunyikan sang pangeran dari musuh yang tengah mencari-cari dirinya.

Karena tak melihat adanya harapan untuk menang kali ini, Pangeran Wijaya pun memutuskan kabur ke pulau terdekat, yaitu Madura.

la berharap agar Bupati Madura, Arya Wiraraja, yang sulit ditebak jalan pikirannya itu, tetap setia kepada Kerajaan Singasari, walaupun sang raja telah gugur.

Namun tanpa sepengetahuan Pangeran Wijaya, ternyata sang bupati merupakan seorang yang licik dan suka berkomplot kesana kemari.

Beruntung, untuk saat ini, sang bupati siap membantu Wijaya sampai ia mengetahui ke arah mana angin berembus.

Sesampainya di Madura, Pangeran Wijaya dan kawan-kawan langsung menuju Sumenep mencari Arya Wiraraja yang tengah mengadakan rapat di aulanya.

Begitu mereka tiba, Wiraraja menghentikan pertemuan, keluar dari aula dan menghilang, yang membuat mereka bingung.

Tetapi, tak lama berselang, ia kembali dengan membawa seekor kuda, menyambut mereka dengan keramahan yang luar biasa, seraya meminta Pangeran Wijaya agar naik ke punggung kuda tersebut.

Arya Wiraraja mengantar para tamu ke rumahnya, tempat mereka disambut dengan pakaian baru, makanan, dan minuman yang disiapkan oleh istri Wiraraja.

Pangeran Wijaya yang terkejut oleh keramahan Arya Wiraraja sontak menyatakan bahwa seandainya ia berhasil menguasai Jawa, ia akan membagi rata daerah kekuasaannya dengan Arya Wiraraja.

Kedua laki-laki itu pun duduk bersama membahas strategi merebut kekuasaan dari Raja Jayakatwang, yang sebetulnya masih berhubungan baik dengan sang bupati yang licik itu.

Mereka memutuskan agar sebelum membangun basis kekuatan sendiri, Wijaya harus berpura-pura bahwa sang tuan rumah, Wiraraja, telah membujuknya untuk menyerah kepada kerajaan baru hasil penyatuan antara Kediri dan Singasari.

Wijaya akan pergi ke Kediri dan menawarkan penyerahan diri dan kesediaan untuk mengabdi pada raja baru.

Sementara ia akan melakukan apapun untuk menyenangkan hati dan merebut perhatian Raja Jayakatwang, diam-diam ia juga akan mempelajari sebanyak mungkin kekuatan dan kelemahan lawan.

(bul)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini