Share

Dua Mahasiswa UMM Sabet Juara Kompetisi Internasional Desain Jembatan, Kalahkan 95 Tim Lainnya

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 11 Mei 2022 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 11 65 2592375 dua-mahasiswa-umm-sabet-juara-kompetisi-internasional-desain-jembatan-kalahkan-95-tim-lainnya-Q0CisSDKWE.jpg Dua mahasiswa UMM juara kompetisi internasional desain jembatan/Avirista Midaada

MALANG - Dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyabet juara di kompetisi internasional berkat desain model jembatan.

Dua mahasiswa yakni Erwin Yoga Pratama dan Aliek Puji Wahyudi dari jurusan teknik sipil UMM mengalahkan 95 tim lainnya dari berbagai negara.

Kompetisi internasional desain jembatan itu digelar di Nanyang Technology University (NTU) Singapura, dengan tajuk Bridge Design Competition, pada akhir April 2022 lalu.

Kompetisi itu diikuti oleh sejumlah negara seperti Malaysia, Vietnam, Mesir, India, Indonesia dan Singapura.

Erwin mengatakan, bahwa proses pembuatan model jembatan berlangsung singkat.

Dari proses pengumuman petunjuk teknis perlombaan sampai tahap pengumpulan model hanya berkisar dua hari saja.

Adapun perancangan model jembatan didasarkan pada studi kasus yang diberikan oleh panitia.

"Dalam merancang jembatan, kami merancang inovasi di beberapa aspek. Contohnya adalah pengurangan berat jembatan, pengurangan jumlah rangka, serta pengurangan biaya pembangunan jembatan," ungkap Erwin melalui keterangannya pada Rabu (11/5/2022).

Menurutnya, jembatan sengaja dirancang agar lebih efisien dan efektif tanpa mengurangi faktor keamanan.

Adapun pembuatan model dilakukan dua kali yaitu saat tahap awal setelah pendaftaran dan tahap pertengahan untuk menentukan 15 besar.

"Kedua model tersebut juga memiliki studi kasus yang berbeda-beda,” kata dia.

Pada model jembatan yang kedua, anak pertama dari dua bersaudara itu menjelaskan bahwa mereka membuat jembatan campuran antara jembatan beton dan jembatan rangka.

Jangka waktu pengerjaan model jembatan juga lebih lama dibanding model sebelumnya, yaitu tujuh hari. Penggabungan kedua jembatan ini berfungsi untuk mengatasi kasus yang ada di lapangan.

"Untuk model jembatan yang kedua, ada beberapa area yang tidak bisa dilewati kendaraan. Oleh karenanya, kami membuat gabungan dua model jembatan agar bisa membuat jembatan baru yang berkelok," ungkapnya.

Ia mengaku bersyukur bisa mengalahkan sejumlah tim dari sejumlah negara dan meraih juara tiga.

Pasalnya, peserta yang ikut serta tidak tebatas dari Indonesia saja, tetapi juga beberapa negara, banyak pula universitas-universitas ternama yang turut bersaing.

"Tahun lalu saya mengikuti perlombaan yang sama, namun gagal di tengah jalan. Alhamdulillah di tahun ini bisa lebih baik daripada tahun sebelumnya. Secara pribadi, saya juga ingin ilmu-ilmu dari kompetisi ini dapat kami bawa dan realisasikan ke pembangunan infrastruktur jembatan di Indonesia," pungkasnya.

(bul)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini