Share

4 Jurusan Sastra yang Sepi Peminat, Bisa Jadi Pilihan Kuliah Kamu!

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 30 April 2022 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 26 65 2585441 4-jurusan-sastra-yang-sepi-peminat-bisa-jadi-pilihan-kuliah-kamu-Frz8gtjHGu.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Sastra menjadi salah satu jurusan kuliah yang sepi peminat. Beberapa program studi jurusan sastra, seperti sastra Jawa, Jerman, dan Prancis memiliki peminat dengan jumlah tak sampai 210 orang. Selain itu, ada juga jurusan sastra lainnya yang terpantau minim peminat. Berikut informasinya.

Sastra Jawa

Jurusan sastra Jawa merupakan salah satu tujuan kuliah yang sepi peminat, seperti yang terjadi di Universitas Negeri Semarang. Mengutip laman LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi), peminat jurusan ini di tahun 2021 adalah 104 orang. Angka tersebut terus menurun dari tahun-tahun sebelumnya.

Di tahun 2019, jumlah peminatnya adalah 149 orang. Sementara itu, di tahun 2020 jumlah calon mahasiswa yang memperebutkan kursi di Sastra Jawa adalah 114 orang. Untuk daya tampungnya sendiri, Universitas Negeri Semarang menyediakan 18 kursi. Lulusan sastra Jawa memiliki cakupan bidang keahlian yang luas, seperti sastrawan, dosen, dan jurnalis.

Sastra China

Peminat sastra China juga tergolong rendah, terutama di Universitas Indonesia. Di tahun 2021, jumlah peminat jurusan tersebut adalah 270 orang dengan daya tampung 14 mahasiswa. Angka ini jauh merosot bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2019, jumlah peminat sastra China mencapai 251 orang.

Bahkan, peminat sastra China sempat menyentuh angka 444 orang di tahun 2018. Sama seperti jurusan sastra lain, sastra China fokus pada kesusastraan dan linguistik Mandarin. Terlebih, mahasiswa sastra China juga akan mempelajari budaya dan diplomasi negeri Tirai Bambu itu.

Sastra Jerman

Sastra Jerman memiliki peminat tidak lebih dari 210 orang di Universitas Negeri Surabaya. Di tahun 2021, peminatnya hanya 119 orang dengan daya tampung 19 orang. Sementara itu, peminat sastra Jerman di tahun sebelumnya hanya 109 orang. Di Universitas Negeri Surabaya sendiri, peminat sastra Jerman tertinggi ada di tahun 2018, dengan 204 orang.

Mahasiswa yang kuliah di sastra Jerman akan mendapatkan kompetensi di bidang kesusastraan, pariwisata, diplomasi, dan kajian budaya. Lulusan sastra Jerman juga dinilai tidak perlu risau dalam mencari pekerjaan. Sebab, semakin banyak warga Jerman yang bertandang ke Indonesia untuk berlibur. Hal ini merupakan peluang kerja bagi lulusan sastra Jerman, misalnya sebagai pemandu wisata.

Sastra Prancis

Sastra Prancis juga masuk dalam jurusan sastra yang minim peminat. Di Universitas Brawijaya, hanya ada 103 calon mahasiswa yang memilih jurusan ini pada SNMPTN. Sementara itu, ada 168 peminat yang mendaftarkan diri melalui jalur SBMPTN. Mereka yang berhasil duduk sebagai mahasiswa sastra Prancis, akan mendapat pengetahuan lengkap mengenai Prancis.

Mulai dari budaya, linguistik, sampai kesusastraan. Selain itu, mahasiswa sastra Prancis juga bisa mempelajari bahasa negara lain melalui mata kuliah peminatan. Contohnya adalah Portugal, Spanyol, dan Italia.

*diolah dari berbagai sumber

Ajeng Wirachmi/Litbang MPI

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini