Share

Miris, Nasib 50 Mahasiswa UIN Penerima Besiswa dari Pemda KBB yang Dicutikan Tak Jelas

Adi Haryanto, Koran SI · Jum'at 18 Februari 2022 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 18 65 2549274 miris-nasib-50-mahasiswa-uin-penerima-besiswa-dari-pemda-kbb-yang-dicutikan-tak-jelas-Pka6eamkbl.jpg Keluarga Mahasiswa Bandung Barat (Kembara) (Foto: Dokumen Kembara)

BANDUNG BARAT - Keluarga Mahasiswa Bandung Barat (Kembara) mempertanyakan keseriusan Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam menuntaskan program beasiswa bagi 50 mahasiswa di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Pasalnya 50 mahasiswa asal KBB yang sedang kuliah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) tersebut sudah satu tahun statusnya dicutikan oleh kampus UIN SGD Bandung karena tunggakan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT).

"Selama ini kami mempertanyakan hal itu ke Pemda KBB, mencoba beraudiensi ke Plt Bupati Hengki Kurniawan, tapi tidak direspons. Makanya kami sampaikan permasalahan ini ke Ketua DPRD KBB, Pak Rismanto," kata Sekretaris Jendral Kembara Nasrulloh Al-Fikri, Kamis (17/2/2022).

Baca juga:  Mitsui Bussan Scholarship Tawarkan Beasiswa Penuh S1 di Jepang

Dia mengatakan sudah setahun 50 mahasiswa PGMI di UIN SGD Bandung menunggu kejelasan tapi tidak ada tanggapan dari Pemda KBB. Untuk itu pihaknya meminta kepada DPRD KBB untuk ikut mendorong penyelesaian musibah yang menimpa 50 mahasiswa tersebut.

 Baca juga: Orange Tulip Scholarship untuk Studi ke Belanda Telah Dibuka

Ketua Umum Kembara, Deni Permana menambahkan, sudah beberapa kali K

Koordinator penerima beasiswa PGMI UIN SGD Bandung ingin mengadakan audiensi ke Plt Bupati Hengki Kurniawan, namun tidak ada respons sama sekali. Mahasiswa juga diancam bakal dipecat jika melakukan demonstrasi karena dianggap mencemarkan nama baik kampus.

"Permintaan kami baik-baik, untuk beraudiensi, tapi tidak pernah direspon, seolah Pemda KBB ingin membiarkan kasus ini begitu saja," keluhnya.

Ketua DPRD KBB Rismanto yang menerima perwakilan Kembara menyebutkan, problem ini berawal dari bupati non-aktif dan dasar hukumnya. Pihaknya pernah mengundang pihak-pihak terkait dengan beasiswa ini untuk mencari masalahnya dan mendapatkan solusi.

"Terus terang saja, musibah mahasiswa ini menjadi pekerjaan rumah bagi DPRD, tapi kami sebagai dewan belum menyerah. Saya akan bertemu dengan jajaran Komisi IV untuk membahas masalah ini dan memperjuangkannya," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini