Share

Kiat Jitu Pilih Jurusan yang Berbeda dengan Keinginan Orangtua

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Jum'at 07 Januari 2022 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 65 2528942 kiat-jitu-pilih-jurusan-yang-berbeda-dengan-keinginan-orangtua-s5quq0Uyxg.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Calon mahasiswa kadang kala akan menemui kebingungan ketika memilih jurusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan.

Namun, saat melibatkan orangtua kadang pilihan jurusan calon mahasiswa bisa berbeda dengan keinginan orangtua.

Alhasil, si anak pun akan menjadi serba salah karena salah satu kunci keberhasilan dalam menapaki hidup ialah adanya restu orang tua. Dilansir dari survei yang dilakukan Morning Consult untuk New York Times, 14% orang tua memilihkan pekerjaan yang cocok untuk anak mereka.

Sedangkan 22% lainnya membantu anak mereka dalam mengerjakan tugas perkuliahan. Hal ini membuktikan sebagian orang tua berperan dalam pembentukan karir sang anak.

Baca juga: 8 Jurusan Kuliah Aneh di Dunia, dari Vitikultur hingga Ekogastronomi

Berbeda pandangan dengan orang tua itu memang wajar. Maka jika memang ada beda pandangan dalam memilih jurusan sebaiknya dilalui dengan diskusi dan jangan terbawa emosi.

Melansir laman ruangguru.com, simak tips berikut ini untuk berdiskusi tentang jurusan bersama orang tua. Sebelum berdiskusi, pikirkan matang-matang jurusan yang akan dipilih. Jangan sampai menyesal dan berhenti kuliah ditengah jalan.

Baca juga: Lulusan Jurusan Bisnis Internasional Banyak Diminati Perusahaan Asing

1. Tunjukan Rasa Antusias

Jika orang tua beranggapan kuliah Seni bukanlah pilihan yang tepat untuk jalan hidup,maka tunjukkanlah kepada mereka bakat dan skill yang sudah dipelajari selama ini. Bantu mereka dalam memahami apa yang kamu sukai, seperti: menggambar atau bermain alat musik.

Jika mereka tidak setuju dengan pilihanmu untuk masuk Jurusan Psikologi, jelaskan kepada mereka bahwa tujuanmu tidak hanya berkuliah, tetapi membantu sesama. Dengan begitu, orang tua bisa mengerti alasan mengapa memilih jurusan tersebut.

2. Buktikan dengan Prestasi

Action speak louder than words. Tidak cukup dengan kata-kata, kamu bisa mendapatkan restu orang tua melalui prestasi yang sudah didapat selama di bangku sekolah. Misalnya dengan mengikuti kejuaraan olahraga, lomba debat, menulis cerpen, dan lain-lain. Beritahu orang tua, prestasi yang telah diraih di sekolah bisa semakin berkembang karena bisa masuk ke komunitas yang memiliki tujuan sama dengan jurusan kuliah yang dipilih.

3. Cari Info Beasiswa

Beasiswa bisa menjadi solusi bagi calon mahasiswa yang ingin menggapai cita-cita. Saat ini banyak universitas yang menyediakan beasiswa penuh hingga menjadi seorang sarjana baik di Indonesia maupun luar negeri.

Baca juga: Bingung Pilih Jurusan? Kenali Jurusan Desain Interior Yang Punya Prospek Kerja Luas

Cara mendapatkannya juga cukup sulit, diperlukan serangkaian tes, wawancara serta menulis esai. Di tahap ini, keseriusanmu untuk berkuliah di jurusan yang kamu impikan akan terlihat oleh orang tua.

4. Dengarkan Pendapat Mereka

Bagaimanapun orangtua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Mereka tidak ingin anaknya berada di jalan yang salah dan berujung pada penyesalan. Orang tua yang berprofesi sebagai dokter menginginkan anaknya untuk berkarir seperti mereka agar sukses di kemudian hari.

Baca juga: Ini 7 Alasan Menarik untuk Berkarier di Bidang Perpajakan

Ada juga yang melarang anak-anaknya untuk berprofesi sama dengan mereka dikarenakan beban kerja yang terlalu berat. Jadi dengarkan juga alasan orang tuamu dan coba pahami perspektif mereka.

5. Pahami Konsekuensinya

Setelah mendengarkan mereka, kamu jadi tau sisi positif dan negatif dari jurusan yang diinginkan. Apakah kamu bisa mengatasi keduanya? Bagaimana jika di pertengahan kuliah kamu merasa tertekan atau malah menyesal? Siapkan plan B untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi saat kamu berkuliah di jurusan tersebut.

6. Keep going!

Masih juga berselisih paham dengan orang tua? Tidak berkuliah di jurusan yang kamu impikan bukan berarti gagal meraih cita-cita. Passion yang ada dalam diri bisa dikembangkan di luar kampus. Misalnya dengan mengikuti lomba, volunteer, workshop atau membuat channel YouTube untuk menyalurkan bakat yang dipunyai. Usahakan ada keseimbangan antara kuliah dan berkegiatan agar kuliah tidak terbengkalai.

Baca juga: Profesi Menarik bagi Lulusan Jurusan Fashion Designer

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini