MOJOKERTO - Seorang pria di Desa Parengan, Kecamatan Jeting, Mojokerto, berhasil menciptakan alat spliting rotan. Bapak dua anak ini juga mendirikan usaha pembelah rotan yang mempekerjakan belasan karyawan, yang rata-rata ibu rumah tangga untuk menambah penghasilan tambahan.
Supangat (48), berhasil menciptakan mesin alat splitting rotan yang tak kalah dengan buatan pabrikan yang barunya mencapai Rp26 juta. Dengan memanfaatkan barang rongsokan bekas bengkel sepeda motor, alat buatannya ini bisa membelah rotan mulai ukuran terkecil hingga terbesar sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
Baca juga: Kisah Sukses America Online, Awalnya Disangka Perusahaan Abal-Abal
Dalam usahanya, Supangat memiliki enam alat di usaha pembelah rotan di Desa Parengan. Dengan keahlian secara otodidak, alat spliting rotan ini hanya membutuhkan uang Rp5 juta, jauh dengan alat produksi pabrikan yang mencapai puluhan juta rupiah padahal fungsi dan manfaatnya sama.
“Biaya produksi alat Rp5 jutaan, kalau beli dipabrik bisa mencapai Rp26 juta. Alat yang saya bikin bisa membelah rotan dengan ukuran kecil, dan dapat memproduksi belahan rotan lebih banyak, dalam sehari bisa membelah rotan hingga dua kwintal,” kata Supangat, Selasa (28/12/2021).
Baca juga: Viral Aksi Nenek Panjat Pohon Tinggi dengan Lincahnya Tanpa Alat Pengaman
Berkat keuletannya, Supangat bisa mendirikan usaha menengah mikro kecil menengah atau UMKM pembelah rotan yang bermitra dengan pabrik meubel. Saat ini jumlah karyawanya mencapai 14 orang yang rata-rata adalah ibu rumah tangga warga sekitar.
“Dipilih para perempuan, karena membelah rotan diperlukan ketlatenan khusus, dari rotan yang utuh dipilih besar kecilnya dan dimasukkan alat splitting, agar bisa mencapai ukuran yang diinginkan sesuai dengan pesanan pabrik,” kata Supangat.