Share

Ini 7 Alasan Menarik untuk Berkarier di Bidang Perpajakan

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Rabu 22 Desember 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 22 65 2521139 ini-7-alasan-menarik-untuk-berkarier-di-bidang-perpajakan-9g4dLCGd7C.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sudah bukan rahasia lagi bahwa karier di bidang taxation atau perpajakan dipandang prestise. Hal ini berimbas pada tingginya minat pelajar untuk mendaftar di jurusan taxation di bangku kuliah. Sebab jurusan ini menyiapkanmu untuk jadi ahli pajak dengan peluang karier yang luas dan cemerlang.

BACA JUGA: Anak IPS Perlu Tahu, 10 Jurusan Paling Diminati Saat Kuliah

Para mahasiswa yang akan mendalami bidang perpajakan tidak hanya akan mempelajari seluk beluk tentang pajak. Namun juga akan mendulang ilmu tentang akuntansi, hukum dan juga dari bidang ekonomi. Mahasiswa perpajakan pun harus terampil dalam menyusun laporan keuangan dan laporan pajak.

Lantas, kenapa begitu banyak yang ingin mengejar karier di bidang taxation? Melansir laman resmi Bina Nusantara University di binus.ac.id, Rabu (22/12/2021) berikut ini beberapa alasannya.

1. Penghasilan Menarik

Sudah menjadi rahasia umum bahwa mereka yang berkarier di bidang taxation memperoleh gaji yang lumayan fantastis. Dan siapa sih yang tidak menginginkan pekerjaan dengan bayaran tinggi?

Maka wajar saja prodi taxation menjadi salah satu jurusan kuliah favorit. Mempelajari taxation di bangku kuliah akan mempersiapkanmu untuk mengantongi gaji yang sangat menarik di kemudian hari.

Apalagi, karier di bidang perpajakan tergolong menanjak seiring lamanya karier yang dijalani. Semakin lama berkiprah, maka skill-mu akan makin meningkat dan value-mu secara profesional akan lebih tinggi.

BACA JUGA: Mahasiswa UI Ciptakan UniTax untuk Tingkatkan Kepatuhan Pajak

2. Ada Peluang Kerja Di Hampir Semua Industri

Peluang kerja di bidang taxation seperti tak ada habisnya. Lulusannya pun bisa bekerja untuk pemerintah maupun swasta. Pemerintah membutuhkan tenaga pajak untuk mengelola penerimaan negara dari pajak, dan perusahaan-perusahaan memerlukan ahli pajak untuk mengatur urusan pajak yang harus dibayarkan ke negara.

Tugas staf keuangan menangani pajak di sebuah perusahaan biasanya bertugas menghitung besaran pajak yang perlu dibayarkan oleh perusahaan serta menyusun laporan. Selain itu, ahli pajak perusahaan juga mengurus perihal pajak penghasilan yang dipotong dari gaji karyawan.

Lantaran setiap perusahaan membutuhkan staf untuk mengurus soal pajak, kamu akan punya peluang untuk melamar di perusahaan mana pun.

3. Beragam Pilihan Pekerjaan

Lulusan prodi taxation bisa bekerja untuk pemerintah di Kantor Pajak, baik dalam fungsi pelayanan, konsultasi, maupun pengawasan. Selain bekerja di Direktorat Jenderal Pajak, juga bisa berkarier di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan, Pusdiklat Pajak, hingga Badan Kebijakan Fiskal.

Selain bekerja untuk pemerintah, baik sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) atau bukan, ada sejumlah profesi lain yang bisa dijalani jika terjun ke bidang taxation. Beberapa di antaranya termasuk menjadi konsultan pajak, konsultan keuangan, auditor, staf bagian keuangan, akuntan pajak, penasihat pajak perusahaan, manajer kekayaan, hingga pegawai bank.

Lulusan pajak juga bisa lho bekerja di bidang hukum dengan mewakili atau mendampingi pihak yang terlibat dalam sengketa pajak di pengadilan.

4. Kesempatan Berkarier di Kancah Internasional

Mungkin ketika membayangkan karier di bidang taxation berarti hanya akan bekerja di balik meja di dalam gedung perkantoran. Faktanya, pekerjaan di bidang ini bisa membawa lulusannya ke perusahaan multinasional.

Tidak sedikit perusahaan asing yang melakukan investasi maupun mendirikan pabrik di Indonesia. Mereka tentunya membutuhkan tenaga pajak. Jika bekerja untuk perusahaan multinasional seperti ini akan membukakan peluang menarik bagi untuk bekerja secara global.

5. Jenjang Karier Berkelanjutan

Hal lainnya yang menarik dalam berkarier di bidang perpajakan adalah jenjang karier yang berkelanjutan. Selalu ada peluang untuk meningkatkan kemampuan profesional dan mengejar posisi lebih tinggi.

Misalnya saja, sebagai fresh graduate, lulusan perpajakan bisa memulai karier sebagai tax accountant di sebuah perusahaan. Seiring waktu dan pengalaman, kamu akan naik jabatan menjadi tax manager atau bahkan tax director.

6. Lulusan Taxation Bisa Jadi Entrepreneur

Mereka yang terjun di bidang taxation juga dapat membuka bisnis sendiri. Sebagai entrepreneur, kamu bisa mendirikan perusahaan atau firma yang memberikan konsultasi perpajakan ke wajib pajak baik perusahaan maupun perorangan.

Kalaupun memilih mendirikan bisnis di bidang lain, kamu akan mengelola perusahaanmu dengan lebih baik berkat pengetahuan mendalam tentang perpajakan.

7. Pekerjaanmu Tidak Akan Membosankan

Pekerjaan di bidang taxation membawa tantangan baru setiap hari. Profesi di bidang ini tidak melulu soal menghitung angka, tetapi juga menuntutmu untuk memiliki pemahaman mendalam tentang hukum dan undang-undang yang selalu berubah.

Di samping itu, kamu juga akan bekerja dengan klien baru hari demi hari dengan permasalahan yang berbeda-beda. Kondisi ini akan menuntut kalian untuk senantiasa menaklukkan tantangan baru setiap hari.

Tentu saja, kerja keras menghadapi tantangan intelektual ini terbayar dengan gaji yang menarik, peningkatan skill, dan relasi yang terus bertambah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini