Gandeng Google, Kemendikbudristek Ajak Mahasiswa Jadi Talenta Digital

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Senin 06 Desember 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 65 2512803 gandeng-google-kemendikbudristek-ajak-mahasiswa-jadi-talenta-digital-bxAv6lTVmL.jpg Kemendikbudristek gandeng google/tangkapan layar

JAKARTA-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berkolaborasi dengan Google menghadirkan kembali Program Bangkit pada tahun 2022 mendatang. Program ini terbuka untuk seluruh mahasiswa S1 maupun D4.

(Baca juga: Dimulai Besok, Simak Ketentuan Pelaksanaan Ujian Guru PPPK Tahap II)

Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek Nizam mengatakan, Google yang didukung GoTo, Traveloka, dan Deeptech ini untuk mencetak talenta-talenta digital yang siap menghadapi tantangan masa depan, berinovasi. dan meniti karir berbasis teknologi.

“Bangkit 2022 akan menjadi sarana untuk mencetak talenta-talenta digital Indonesia yang mampu memahami, menguasai, dan memanfaatkan teknologi. Tidak hanya sekedar menjadi pengguna, namun Indonesia pun mampu berperan aktif dalam menciptakan teknologi itu sendiri," ujarnya, Senin (6/12/2021).

(Baca juga: Sempat Down, Kini Google Sudah Pulih Kembali)

Melalui Bangkit 2022 ini, pihaknya mengajak mahasiswa untuk mendalami Machine Learning, Mobile Development, dan Cloud Computing. Kemampuan berbasis teknologi ini, katanya, sangat diperlukan di masa depan. Ini selaras dengan program pemerintah mewujudkan 15 juta talenta digital pada 2035.

Dia melihat adanya potensi pada project berkelanjutan yang dilakukan oleh Bangkit bersama Google menjadi sebuah aplikasi yang dapat dikembangkan kembali.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebanyak 500 project yang dihasilkan oleh mahasiswa. Kemudian dari 500 aplikasi tersebut diseleksi 15 terbaik dan 15 terbaik tersebut kemudian mendapatkan pendanaan kolaborasi antara Google dengan Kedaireka.

Sementara itu, Head of Brand Marketing Google Muriel Makarim menambahkan, Bangkit merupakan program kesiapan karier yang didesain sejak 2019 oleh Google dan didukung sepenuhnya oleh GoTo dan Traveloka sebagai founding partner. Program ini menjawab kesenjangan talenta di perusahaan teknologi di Indonesia.

Bangkit didesain untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan, baik dari aspek teknologi maupun soft skills, guna menunjang karier dan menciptakan inovasi di perusahaan teknologi kelas dunia dan perusahaan rintisan Indonesia.

Lebih lanjut Muriel Makarim memaparkan visi Bangkit adalah mengembangkan ekosistem teknologi Indonesia dan mendukung langkah Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Dalam pelaksanaannya, Bangkit memiliki tiga 3 prinsip utama. Pertama, Industry-led yang berarti inisiatif pelaksanaannya dipimpin oleh industri. Kedua, interdisipliner yang menegaskanbidang ilmu yang dipelajari bersifat lintas disiplin, yaitu teknologi, keterampilan non teknis, dan kemampuan berbahasa Inggris. Ketiga, immersive, yakni kombinasi dari berbagai macam metode pembelajaran daring.

Bangkit 2022 akan kembali terafiliasi dengan Kampus Merdeka akan diselenggarakan pada semester genap 2022. Bangkit akan mengajak mahasiswa Indonesia mengembangkan kemampuan dan keterampilan dengan kurikulum dan bimbingan langsung dari praktisi dunia IT, yakni dari GoTo, Traveloka, dan komponen industri lainnya,

Bangkit 2022 akan berlangsung sedikitnya selama 900 jam pelajaran selama 18 minggu. Peserta Bangkit 2022 juga akan berkesempatan untuk mengaplikasikan ilmunya lewat proyek akhir, 15 proyek menjanjikan di antaranya akan mendapat dukungan dana lebih lanjut dari oleh Google dan Kemdikbudristek via Kedaireka.

Selain itu, peserta aktif juga akan mendapatkan transkrip nilai untuk konversi 20 SKS. Peserta yang berhasil memenuhi kriteria kelulusan bisa meraih tawaran kerja via Bangkit Career Fair dan juga peluang mengambil ujian sertifikasi dari Google seperti Associate Android Developer, Associate Cloud Engineer dan TensorFlow Developer.

Bangkit 2022 akan menghadirkan kurikulum teknologi di 3 alur belajar pilihan. Para peserta juga akan dibekali keterampilan-keterampilan non teknis mencakup manajemen waktu, berpikir kritis, kemampuan komunikasi profesional, dan banyak materi lainnya yang relevan dengan tantangan di masa datang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini