KSAD Dudung Abdurachman Bakal Boyong Teman-Teman SMP dan Gurunya ke Markas Besar TNI AD

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Rabu 01 Desember 2021 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 624 2510085 ksad-dudung-abdurachman-bakal-boyong-teman-teman-smp-dan-gurunya-ke-markas-besar-tni-ad-YX5cJj6mNu.jpg KSDA Jenderal Dudung Abdulrachman saat menyambangi SMP Kartika XIX di Bandung (Foto: Agung Bakti Sarasa)

BANDUNG – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman berjanji akan menyenangkan guru dan teman-temannya di SMP Kartika XIX di Jalan Sumbawa, Kota Bandung.

Hal ini diucapkan Dudung saat menyambangi sekolahnya itu pada Selasa (30/11). Dudung tercatat sebagai alumni SMP Kartika XIX angkatan 1982.

Usai tiba di sekolahnya, Dudung langsung menyapa jajaran guru dan Kepala Sekolah SMP Kartika XIX. Dudung pun sempat melihat-lihat ruang kelas yang dulu pernah dia tempati kala menimba ilmu.

Dia pun mengajak teman-teman dan para guru SMP Kartika XIX untuk berkunjung ke Markas Besar TNI AD di Jakarta. Dia mengaku, ingin menyenangkan guru dan teman-temannya yang selama ini sudah mendoakannya hingga dia menjabat KSAD.

Baca juga: Kenang Masa SMP, KSAD Dudung: Saya Tak Pernah Pacaran, Makanya Jadi Jenderal Baik

"Nanti rencanakan teman-teman dan guru ke Mabes AD, kita sediakan bus, jalan-jalan ke Monas dan Ancol. Saya berusaha menyenangkan mereka-mereka, banyak teman-teman saya di sini. Dudung yang lama dan sekarang sama saja, kita doakan guru-guru yang sangat berjasa," terangnya.

Dudung kembali mengenang masa-masa saat dia duduk di bangku SMP tersebut. Satu hal yang menarik, Dudung mengaku tak pernah pacaran dan selalu menaati gurunya hingga akhirnya sukses menjadi seorang jenderal.

Baca juga: Jenderal Dudung Siap Maju ke Medan Perang: Sampai Titik Darah Penghabisan!

"Saya dulu tidak pernah pacaran, makanya jadi jenderal baik," ungkap Dudung saat memberikan sambutannya.

Selain mengaku tak pernah pacaran, Dudung pun mengenang bahwa masa-masa SMP-nya itu penuh dengan perjuangan. Betapa tidak, Dudung yang mengaku berasal dari keluarga golongan ekonomi menengah ke bawah harus sekolah sambil berjualan untuk membantu orang tuanya.

"Saya dulu tukang koran sama tukang (kue) kelepon," jelasnya.

Dudung mengatakan teman-teman SMP-nya umumnya juga berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah.

Bahkan, Dudung mengaku senang dapat berjumpa kembali dengan teman-temannya semasa SMP dibandingkan bertemu temannya ketika SMA yang mayoritas berasal dari keluarga kaya raya.

"Makanya, saya ke Bandung itu senengnya ke temen SMP karena temen-temen SMP itu mereka itu rata-rata menengah ke bawah doanya makbul. Kalau temen-temen SMA itu rata-rata kaya kaya itu," terangnya.

Dia juga menegaskan, meskipun kini dirinya telah menjadi seorang jenderal dan menjabat KSAD, namun dia tak pernah berubah. Dudung saat ini, kata dia, tak berbeda dengan Dudung yang lama.

"Dudung yang lama dengan Dudung yang sekarang gak ada bedanya, sama saja," tegas Dudung meyakinkan.

Tak lupa, Dudung menyampaikan terima kasihnya kepada para guru yang telah mendidiknya. Dia pun mengingatkan, agar seluruh siswa SMP Kartika XIX menaati gurunya. Dia berharap, suatu hari nanti akan muncul jenderal lainnya dari SMP Kartika XIX.

"Harus semangat dan jangan nakal. Nurut sama guru ya, nanti jadi jenderal," tambahnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini