Mahasiswa Ini Rancang Teknologi untuk Bantu Produksi Jamur Tiram

Neneng Zubaidah, Koran SI · Jum'at 20 Agustus 2021 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 65 2458321 mahasiswa-ini-rancang-teknologi-untuk-bantu-produksi-jamur-tiram-25r1XvV6hf.jpg foto: istimewa

JAKARTA - Jamur tiram adalah komoditi pertanian yang digemari masyarakat karena mempunyai kandungan nutrisi tinggi, antioksidan, dan zat yang dapat menurunkan kolesterol. Jamur ini dapat diolah menjadi sayur, sate, sambal bertema jamur dan jamur crispy.

UKM Jamur Suka Suka salah satu usaha yang bergerak khusus dalam bidang budidaya jamur tiram yang memproduksi jamur tiram segar, nugget jamur tiram dan olahan frozen food jamur tiram.

Baca juga:  3 Mahasiswa UB Olah Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Produksi jamur tiram di tempat ini belum optimal karena dihadapkan pada kendala penyiraman yang masih konvensional yaitu membutuhkan 3 – 4 orang serta waktu yang tidak sedikit.

Hal ini menyebabkan suhu dan kelembaban ruang tumbuh jamur berfluktuasi serta debit air yang diterima pada setiap baglog berbeda sehingga menyebabkan jamur tumbuh tidak baik.

Baca juga:  Ciptakan Piranti Penghitung Nener, Mahasiswa Ini Raih Medali Emas di Ajang IICYMS

Berkomitmen untuk mendukung produksi jamur tiram secara kontinyu baik secara kualitas dan kuantitas, lima mahasiswa UB dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik berkolaborasi dalam merancang dan menerapkan teknologi otomatisasi penyiraman jamur tiram bernama Penyiraman Jamur Tiram secara Otomatis atau PETAJATIS.

Vanda Inayah Oktavia Mayang, Irmadinza Citrasanty Putri, Wulan Permatasari, Akmal Berlian Rinaldi, dan Azzam Rasyiq El-Faraby.

Teknologi otomatisasi pengendali sprayer berbasis Internet of Things ini memanfaatkan ESP8266 sebagai komponen IoT yang dihubungkan dengan sensor suhu dan kelembapan sehingga pompa air dan compact room heater bekerja secara otomatis.

Teknologi ini juga dilengkapi dengan ESP32 CAM untuk dapat memantau perkembangan jamur tiram yang dapat diakses melalui aplikasi PETAJATIS pada Smartphone.

“Kami menggunakan Internet of Things dengan harapan petani mampu mengontrol kondisi proses produksi jamur dari jarak jauh,” terang Vanda mewakili tim dilansir dari laman resmi UB di ub.ac.id, Jumat (20/8/2021).

PETAJATIS saat ini telah diujikan di UKM Jamur Suka Suka Gondanglegi Kabupaten Malang.

“Ketika diujikan hasilnya bagus. UKM Puas dan berharap bisa diproduksi masal dan bisa membantu petani jamur,”kata dosen pembimbing Dr. Budi Waluyo, SP., MP.

Ide ini telah mendapatkan bantuan dana dari Kemendikbudristek dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2021 bidang Penerapan Iptek dan akan mengikuti seleksi PIMNAS XXXIV. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini