Mahasiswa Ini Teliti Potensi Minyak Atsiri untuk Terapi Anosmia

Neneng Zubaidah, Koran SI · Sabtu 07 Agustus 2021 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 07 65 2452292 mahasiswa-ini-teliti-potensi-minyak-atsiri-untuk-terapi-anosmia-Ai5wW1IZ3P.jpg foto: istimewa

JAKARTA - Empat mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), menemukan inovasi dengan memanfaatkan minyak atsiri sebagai terapi penyembuhan anosmia. Ide ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia dengan anosmia sebagai gejala yang paling umum.

Oleh karena itu, Quinnike Aisy Maskuri, Intan Salsabila Putri, Sania Isma Yanti, dan Indira Prakoso menemukan suatu metode yang dapat mengoptimalkan efek terapeutik dari minyak atsiri bunga sedap malam dan memperkuatnya dengan penambahan eucalyptol.

Baca juga:  3 Mahasiswa UB Olah Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Penelitian mengenai penggunaan minyak atsiri untuk terapi anosmia sebenarnya sudah ada. Akan tetapi sifat dari minyak atsiri yang volatil kurang stabil.

Oleh sebab itu, Quinnike dan kawan-kawan mencoba memaksimalkan potensi minyak atsiri dari bunga sedap malam yang ditambahkan dengan eucalyptol dengan metode nanoenkapsulasi untuk terapi anosmia.

Baca juga:  Ciptakan Piranti Penghitung Nener, Mahasiswa Ini Raih Medali Emas di Ajang IICYMS

“Mekanisme kerjanya yaitu ketika minyak atsiri dihirup, sel reseptor olfaktori terstimulasi dan meneruskan rangsangan ke pusat emosi pada otak, atau sistem limbik,” kata Quinnike dilansir dari laman resmi UB di ub.ac.id, Sabtu (7/8/2021).

Sistem limbik ini terhubung pada bagian otak yang berkaitan dengan memori, pernapasan, dan sirkulasi darah termasuk kelenjar endokrin yang mengatur hormon dalam tubuh.

“Jadi, aroma minyak atsiri dapat langsung menstimulasi sistem tersebut,” katanya.

Adanya metode nanoenkapsulasi ini dapat menjadikan minyak atsiri lebih efektif dan efisien dari segi biaya maupun ketahanannya. Hal tersebut dikarenakan metode nanoenkapsulasi dapat melindungi komponen aktif dari minyak atsiri, dan mengatur pelepasan aromanya (slow release).

Nantinya hasil nanoenkapsulasi minyak atsiri bunga sedap malam dengan penambahan eucalyptol ini akan diaplikasikan dalam bentuk inhaler sehingga dapat mempermudah dalam penggunaannya.

Menurut penelitian yang ada cara efektif untuk mengatasi anosmia adalah dengan melakukan terapi olfaktori menggunakan minyak atsiri yaitu dengan menghirup aroma menyengat secara berulang ulang setidaknya 2 kali sehari selama minimal 3 bulan. Sehingga pengaplikasian pada inhaler tersebut sangatlah tepat.

Tim ini berharap metode nanoenkapsulasi minyak atsiri dari bunga sedap malam mampu menjadi solusi pada permasalahan anosmia di Indonesia. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini