Dokter Jebolan UI Temukan Terapi aaPRP untuk Pasien Covid-19

Tim Okezone, Okezone · Senin 02 Agustus 2021 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 65 2449841 dokter-jebolan-ui-temukan-terapi-aaprp-untuk-pasien-covid-19-HtM5WEYtxz.jpg Dr. Karina (foto: istimewa)

JAKARTA - Dr. Karina, ahli bedah plastik berhasil menemukan cara terapi yang mampu menyembuhkan pasien Covid-19. Terapi tersebut dikenal sebagai teknik aaPRP, untuk pasien Covid-19 pertama di dunia. aaPRP adalah konsentrat protein yang berasal dari dalam trombosit manusia.

Dr. Karina pun membeberkan cara pembuatan aaPRP untuk pasien Covid-19, berawal darah pasien diambil sebanyak 20-25 cc, dengan cara seperti ambil darah untuk cek laboratorium.

"Trombosit dari darah pasien Covid-19 sendiri dipisahkan, lalu dipecahkan di laboratorium khusus milik HayandraLab. Hasilnya, protein yang keluar dari trombosit dimasukkan kembali ke dalam tubuh pasien melalui cairan infus. Keseluruhan proses membutuhkan waktu sekitar 2 jam hingga 3 jam," kata Dr. Karina dalam keterangannya yang diterima Okezone, Senin (2/8/2021).

Baca juga:  Luhut: Angka Kasus Covid-19 di Jawa Bali Rata-Rata Turun 50%

Menurut wanita lulusan S3 Universitas Indonesia itu, teknik aaPRP sangat aman digunakan untuk usia berapa pun dengan berbagai kondisi kesehatan, karena aaPRP dari tubuh sendiri dan tidak diproses dengan zat yang berasal dari hewan.

Lalu atas dasar apa aaPRP bisa digunakan untuk pasien Covid-19. Menurutnya, trombosit mengandung lebih dari 1.000 jenis protein; ada protein anti radang, protein pembangun (growth factors), bahkan zat anti bakteri.

Baca juga:  Turun Lagi, Kasus Covid-19 di Jakarta Hanya Bertambah 1.410 Hari Ini

"Dan protein anti radang dapat menanggulangi badai sitokin pada Covid-19, dan di saat yang bersamaan, tubuh membangun sel-sel yang dirusak virus, misalnya sel paru, dengan protein pembangun. Anti bakteri pada aaPRP dapat membantu melindungi tubuh dari serangan bakteri, saat tubuh sedang melemah karena bertarung melawan virus," tuturnya.

Oleh karena itu, kata Karina, semakin cepat Covid-19 teratasi dan makin cepat sel-sel tubuh yang rusak dibangun kembali, makin kecil resiko terjadinya gejala sisa (sekuele) pasca Covid-19.

Disebutkan bahwa temuan tersebut telah diterbitkan dalam jurnal-jurnal ilmiah internasional seperti Journal of Health Sciences, Hindawi, International Journal of Inflammation, Sapporo Medical Journal yang memiliki reputasi internasional.

Terapi aaPRP temuan Karina pun aman diberikan kepada pasien berkali-kali, karena berasal dari darah sendiri. Berapa kali terapi dilakukan tergantung dari keadaan pasien.

Kalau OTG (orang tanpa gejala) dan ringan, kata Karina, biasanya cukup satu kali langsung negatif Covid. Ringan dengan gejala lambat menghilang biasanya d kali terapi, sedangkan yang berat-kritis yang sudah dibantu mesin pernapasan, dirawat di ICU 3-5 kali terapi.

“Sedangkan jarak pemberian aaPRP bisa setiap hari atau selang satu hari, tergantung seberapa cepat pasien membaik,” pungkasnya. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini