Mahasiswa Ini Bikin Inovasi Sosis dari Ikan Barakuda, Singkong dan Daun Kelor

Neneng Zubaidah, Koran SI · Kamis 29 Juli 2021 11:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 65 2447752 mahasiswa-ini-bikin-inovasi-sosis-dari-ikan-barakuda-singkong-dan-daun-kelor-VcN3nCiMLA.png foto: istimewa

JAKARTA - Lima mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) yaitu Surya Rachman Susilowati, Erviana Shinta Dewi, Surya Dewa Ramadhan, Lalu Octavian Diandra P dan Yesica Wulanda Eka P membuat inovasi produk olahan daging ikan yang aman bernama Sosis BASUKE (Barakuda Singkong dan Daun kelor).

Sosis BASUKE merupakan sebuah produk pangan berbahan baku dari Ikan Barakuda, singkong dan daun kelor yang menggunakan bahan pengawet dari cangkang atau karapas udang.

“Ikan Barakuda mengandung vitamin B2 yang berperan dalam menjaga sistem saraf agar berjalan normal, membantu memperlancar metabolisme, menyembuhkan radang kulit, mencegah penyakit jantung dan baik bagi kesehatan mata,” kata Surya dilansir dari laman prasetya.ub.ac.id.

Baca juga:  Ciptakan Piranti Penghitung Nener, Mahasiswa Ini Raih Medali Emas di Ajang IICYMS

Sedangkan daun kelor juga jadi campuran bahan baku sosis karena memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan berupa protein, karbohidrat, zat besi, magnesium, dan Vitamin A.

Mereka juga memasukkan singkong yang kaya akan zat besi, Energi, Fosfor, kalium, karbohidrat dan lemak. Singkong juga memiliki difortifikasi kitosan yang berfungsi sebagai bahan pengawet alami.

Baca juga:  Covid-19 Melonjak, Universitas Brawijaya Tetapkan Kuliah Daring pada Semester Depan

Selain itu kulit udang juga mengandung protein hingga 40%, kalsium karbonat 40-50%, dan kitin 20-36,61% sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme perusak, kitosan juga melapisi produk yang diawetkan, sehingga terjadi interaksi yang minimal antara produk dan lingkungan.

Surya mengatakan, ide pembuatan Sosis BASUKE karena melihat maraknya peredaran makanan olahan di pasaran yang tidak aman. Mereka juga melihat sosis yang beredar di pasaran mengandung bahan pengawet berbahaya seperti nitrit.

“Hal tersebut menimbulkan keraguan terutama pada anak-anak dan masyarakat penggemar sosis. Sebuah penelitian mengatakan bahwa nitrosodimetilamin yang merupakan hasil reaksi nitrit dapat menyebabkan kerusakan pada hati. Selain itu, sifat karsinogenik bisa memicu berkembangnya sel kanker,” ujarnya.

Sosis BASUKE dikemas dalam kemasan plastik vacuum yang hampa udara sehingga makanan didalamnya tentu akan akan lebih tahan lama dan mampu menekan pertumbuhan bakteri.

Selain itu juga akan terhindar dari pertumbuhan mikroba, proses oksidasi dan kerusakan pada produk dapat dihindari karena jenis kemasan ini kedap udara sehingga dapat menjamin kualitas dari bahan-bahan atau produk yang dibungkus di dalamnya.

Sosis BASUKE juga sedang dalam tahap uji proksimat di Universitas Muhammadiyah Malang, pengurusan Hak Kelayakan Intelektual, pengajuan sertifikat dan logo halal dari MUI dan pengajuan BPOM.

Jika ingin mengetahui informasi lebih jelas tentang Sosis BASUKE bisa melihat di sosial medianya yaitu instagram, Line, Tiktok dengan nama akun basuke.id. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini