Share

Cerita Pelajar Papua yang Bertahan di Semarang

Taufik Budi, Okezone · Selasa 13 Juli 2021 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 65 2440098 cerita-pelajar-papua-yang-bertahan-di-semarang-5Ie7xpwIVA.jpg Pelajar Papua saat berbincang dengan Gubernur Jateng Ganjar (foto: ist)

SEMARANG - Sejumlah pelajar asal Papua memilih bertahan di Kota Semarang Jawa Tengah selama masa PPKM Darurat. Mereka menjalani sistem pembelajaran daring dari asrama di kawasan Mangunharjo, Semarang.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjungi mereka setelah mendapat laporan tidak semua pelajar Papua di Semarang pulang saat PPKM Darurat. Kedatangannya ini untuk memastikan bahwa pelajar yang tak pulang ke Papua bisa belajar dengan baik.

"Saya itu mendapatkan informasi anak-anak dari Papua ini kan tidak semua pulang, mereka masih di sini dan ini rata-rata SMP dan SMA. Ya untuk memastikan aja mereka yang ada di sini belajarnya baik, ya rajin ya seneng," kata Ganjar, Selasa (13/7/2021).

Baca juga:  26 Pelajar Asal Papua Dapat Kesempatan Sekolah ke Rusia

Mantan anggota DPR RI ini mengatakan, keseruan saat berinteraksi ini membuatnya senang karena anak-anak semangat dan ceria. Selain itu, taat dengan protokol kesehatan.

"Kalian jadi enggak pulang ya? Sekolahnya gimana? Masih online kan?," tanya Ganjar.

"Masih pak, online sekolahnya," sahut para pelajar.

Ganjar lalu bertanya terkait kegiatan mereka selain sekolah daring. Beberapa tampak malu-malu dan sungkan menjawab. Ganjar pun mendekat dan agar mendengar jawaban dari para pelajar.

"Main bola Pak," ujar salah seorang pelajar Papua yang merupakan pelajar SMA St Louis, Semarang.

Ganjar pun menggoda para pelajar dengan bertanya ke mana lagi mereka pergi selain belajar dan main bola. Pertanyaan ini pun memicu gelak tawa para pelajar dan para pembina.

"Hayo ngaku aja mainnya di mana, nggakpapa asal prokesnya ya," kata Ganjar.

Para pelajar kemudian ditanya, apakah mereka mengalami kesulitan selama menjalani pembelajaran daring. Mereka pun menjawab kesulitan di beberapa mata pelajaran. Ganjar terkejut saat mendengar mereka kesulitan belajar bahasa Jawa.

"Lho diajari Bahasa Jawa juga? Coba, kalau bahasa Jawanya Aku mau mandi, apa?," pertanyaan ini pun membuat para pelajar tertawa dan kebingungan menjawab.

Di momen itu, Ganjar mendapat permintaan dari para pelajar yakni bola voli hingga bola basket. Ganjar mengabulkan permintaan dan mengaku akan segera mengirimkannya. Sebelum pamit, Ganjar menerima pemberian dari pelajar papua yakni tas tradisional masyarakat Papua atau noken.

"Mudah-mudahan bisa saling berbagi saling mengingatkan, agar mereka di sini bisa belajar dengan baik dan mudah-mudahan anak-anak yang hebat. Selesai belajar di sini, pulang lagi membangun Papua," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini