JAKARTA – Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia tergolong sangat cepat, bahkan persentase kematian paling tinggi dibandingkan negara lain. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto menyebut data per 20 Maret 2020 mencapai 369 orang terpapar virus dan 32 meninggal.
Mencermati perkembangan ini, Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Seluruh Indonesia (Himpuni) memberikan beberapa usulan kepada pemerintah agar masalah ini dapat dikelola dengan baik.
Di antaranya adalah pemerintah harus menggerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk menyediakan perlengkapan kesehatan pencegahan penyebaran virus, khususnya masker dan hand sanitizer, dengan harga murah/terjangkau.
"Juga fasilitas kesehatan untuk penanganan orang-orang yang suspect, seperti Rumah Sakit dan segala perlengkapannya seperti ruang isolasi, ruang perawatan, alat pelindung diri (APD), alat test virus, dan lainnya tercukupi," kata Koordinator Presidium Himpuni Maryono, dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (20/3/2020).
Selain itu, lanjut Maryono, Himpuni meminta pemerintah melalui kementerian perindustrian melakukan konversi beberapa industri yang memiliki kemampuan untuk memproduksi alat pelindung diri dan hand sanitizer serta menjual hanya kepada pemerintah untuk persediaan pemerintah.
Himpuni sendiri, kata Maryono, mendukung penuh kebijakan pemerintah agar warga bekerja, belajar, dan beribadah di rumah.
"Pemerintah lebih tegas lagi meminta kantor pemerintahan, BUMN/BUMD, perusahaan swasta, rumah ibadah, dan lain-lain (terutama di wilayah dengan intensitas penyebaran virus yang tinggi) agar melaksanakan kebijakan tersebut," katanya.
TNI dan Polri juga diminta ikut mengawasi supaya masyarakat mentaati serta mengajak tim medis swasta, mahasiswa kedokteran, dan keperawatan ikut membantu di Rumah Sakit.