Asal-usul Dinosaurus, Apakah Berbulu seperti Burung?

Rizqa Leony Putri , Okezone · Rabu 09 Oktober 2019 08:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 08 65 2114378 asal-usul-dinosaurus-apakah-berbulu-seperti-burung-rdpNV4VpSV.jpg Ilustrasi dinosaurus berbulu (Britannia)

JAKARTA - Ilmu pengetahuan semakin banyak belajar tentang keserbagunaan bentuk dalam dinosaurus dengan masing-masing temuan hebat di China, Amerika, Antartika, dan di tempat lainnya di berbagai belahan dunia.

Selama masa kejayaan mereka di periode Triassic, Jurassic, dan Cretaceous, dinosaurus berevolusi untuk mengisi celah di sebagian besar ekosistem.

Baca juga:Asal-usul Lahirnya Negara Baru di Dunia, Bagaimana Ceritanya?

Terdapat berbagai macam jenis dinosaurus, ada yang besar dan ada yang kecil, ada yang berjalan di darat dan ada pula yang amfibi. Beberapa jenis dinosaurus bahkan punya kemampuan terbang. Tetapi apakah benar bahwa mereka ternyata memiliki bulu?

dinosaurus

Selama bertahun-tahun ilmu pengetahuan telah mengetahui bahwa satu-satunya keturunan yang tersisa dari garis keturunan dinosaurus adalah burung. Melansir Britannica, Jakarta, Rabu (9/10/2019), salah satu perkembangan paling mengejutkan dalam paleontologi dalam beberapa tahun terakhir adalah adanya sebuah penemuan. Hal tersebut mengungkapkan bahwa banyak dinosaurus memiliki bulu. Seperti halnya yang dimiliki pada burung karena sejatinya mereka pasti berevolusi pada sesuatu yang lebih tua.

Baca juga: Hasil Studi, Minum Teh Baik bagi Kesehatan Otak

Jika kita lihat lagi, bulu khas pada burung modern terdiri dari poros tengah (rachis), dengan cabang berpasangan seri (duri) membentuk permukaan rata yang biasanya melengkung layaknya baling-baling. Cabang duri menjadi barbul, dan barbul dari duri yang berdekatan melekat satu sama lain dengan pengait, mengeraskan baling-baling.

Pada banyak burung beberapa atau semua bulu tidak memiliki barbul atau kait, dan bulu-bulu memiliki penampilan seperti rambut yang longgar. Prekursor bulu burung sederhana, lurus, padat, struktur berserabut sebagian besar terbuat dari keratin.

Baca juga: Indonesia Unjuk Gigi 37 Hasil Penelitian Inovatif di Jerman, dari Batik hingga Propolis Kemenyan

Hal ini yang akhirnya berkembang menjadi struktur bercabang, kemudian halus, dalam beberapa bentuk tangkai yang segera menghilang. Seiring waktu, kondisi bercabang ini berubah menjadi batang pusat dengan baling-baling di kedua sisi, dan baling-baling ini kemudian berevolusi menjadi duri.

(rhs)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini