Share

Bangun Startup, Ini Cerita Lulusan FKIP UNS yang Tak Ingin Jadi Guru

Agregasi Solopos, · Senin 15 Juli 2019 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 15 65 2079156 bangun-startup-ini-cerita-lulusan-fkip-uns-yang-tak-ingin-jadi-guru-zpjUA0IWu9.jpg Foto: India Today

PPBT

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebutkan hingga 2018 pendanaan dan pembinaan telah diberikan kepada 923 startup dan calon startup yang berasal dari dari mahasiswa, masyarakat umum, serta peneliti/dosen.

Sementara, pada tahun ini berdasarkan salinan Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Inovasi Industri dan Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi No. 004/F1/PPK.2/Kp/III/2019 tentang Penetapan Proposal Penerima Pembiayaan Program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi yang Dibiayai oleh APBN 2019, ada 249 inkubator yang menerima bantuan dana untuk membantu para startup. Nilai bantuan beragam mulai dari Rp300 juta lebih hingga Rp400 juta lebih.

Nasir mendorong lulusan perguruan tinggi tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), namun juga harus mampu menciptakan lapangan kerja (job creator). “Jiwa kewirausahaan mahasiswa dan inovasi harus ditumbuhkan di perguruan tinggi,” ucap Menristekdikti.

Inovasi yang diciptakan kalangan milenial Indonesia saat ini mampu menggerakkan perekonomian negara dan masyarakat. Contohnya inovasi yang dilakukan para Unicorn Indonesia seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka.

Laman Kominfo.go.id mengutip hasil survei MIKTI pada 2018 menyebutkan 52,62% (522) startup berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Jawa Timur menyusul dengan 113 startup atau 11,39% dilanjutkan Yogyakarta dengan 54 startup atau 5,44%, Jawa Barat sebanyak 44 startup atau 4,44%, dan Sulawesi dengan 34 startup atau 3,43%.

Sebanyak 604 startup berdiri pada 2013-2018 dengan mayoritas berbentuk PT sebanyak 504 startup. Sebabnyak 352 di antaranya berupa startup e-commerce. (Solopos)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini