Penelitian Internasional Sebut Guru Indonesia Bergaji Rendah Namun Dihormati

ABC News, · Jum'at 16 November 2018 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 16 65 1978641 penelitian-internasional-sebut-guru-indonesia-bergaji-rendah-namun-dihormati-oiNEGOzFZC.jpg foto: Okezone

LONDON - Sebuah penelitian internasional dari Inggris mencoba membandingkan gaji guru dengan rasa hormat yang diperlihatkan murid-murid di 35 negara.

Ternyata hasilnya mengejutkan, bahwa meski gaji guru di Brasil dan di Indonesia per tahunnya hampir sama, namun rasa hormat yang mereka dapatkan sangat berbeda.

Penelitian ini dilakukan oleh Institut Penelitian Sosial dan Ekonomi Inggris bagi organisasi bernama Varkey Foundation - sebuah lembaga nir laba di Inggris yang juga membuat penghargaan bernama Penghargaan Guru Dunia.

(Baca Juga: Pemkot Depok Tak Peduli Guru Honor) 

Penelitian tersebut melakukan survei terhadap seribu orang di masing-masing negara, dan pertanyaan yang diajukan adalah seputar pandangan mereka mengenai guru termasuk seberapa terhormatnya profesi tersebut dan apakah responden akan mendorong anak-anak mereka untuk menjadi guru.

Gaji guru di Brasil dan Indonesia, setiap tahunnya hampir sama yaitu sekitar USD 12,993 di Brasil (sekitar Rp 180 juta) setahun dan di Indonesia USD 14.408 (sekitar Rp 200 juta).

Namun rasa hormat terhadap guru di Brasil paling rendah, dengan hanya 1 persen responden mengatakan posisi ini dihormati. Sementara Indonesia menduduki peringkat kelima dengan indeks 62,1 persen.

(Baca Juga: Mendikbud Minta Gaji Guru Honorer Sesuai UMR)

Penghormatan tertinggi adalah bagi para guru di China, dimana 100 persen mereka yang disurvei menggangap profesi ini penting.

Gaji guru rata-rata di China per tahunnya adalah USD 12.210. Gaji guru paling tinggi di dunia adalah di Swiss yaitu sekitar USD 77.491 (sekitar Rp 1,1 miliar) setiap tahunnya namun dari sisi penghormatan hanya berada di tengah-tengah.

Dalam penelitian ini Australia tidak dilibatkan. Gaji guru paling rendah dari negara yang disurvei adalah Mesir, Uganda dan Rusia.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini