Walau Kurang Diminati, Sales Berpotensi Besar Jadi CEO

Andrea Heschaida Nugroho, Okezone · Selasa 13 November 2018 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 13 65 1977256 walau-kurang-diminati-sales-berpotensi-besar-jadi-ceo-OoVDhha5zg.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Sebanyak 30 persen Top Fortune 500 Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) Chief Executive Officer (CEO) dulunya adalah sales. Profesi sales sendiri sampai saat ini masih kurang diminati oleh pencari kerja.

“Mereka menganggap bahwa profesi sales hanya berupa pekerjaan dari pintu ke pintu dan atau cuma sebagai buruh perusahaan. Padahal sales merupakan garda terdepan penentu kesuksesan perusahaan itu sendiri,” jelas alumni Departemen Teknik Industri (TI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Eko Handoko Pratilo ST, dikutip dari laman ITS, Selasa (13/11/2018).

Baca Juga: Mudahkan Pencari Kerja, SMK dan Industri Diminta Lakukan Ini

Dalam kuliah umum KuliTalks, Original Equipment (OE) Sales Manager PT Bridgestone Tire Indonesia menjelaskan, dari segi prospek kerja sendiri, profesi sales tak lekang oleh waktu karena setiap pekerjaan pasti memerlukan sosok penjual di perusahaannya.

Pria yang sejak dulu berkecimpung di perusahaan spare part automotif ini menjelaskan jika profesi sales itu selalu ada dan ia selalu bertransformasi. “Di era digital ini, sales sudah menggunakan teknologi dalam pemasaran dan penjualannya, contohnya saja e-commerce,” ungkap pria yang akrab disapa Eko ini.

kerja

Eko juga menjelaskan kepada mahasiswa TI bahwa sales b-to-b atau business-to-business sangat memerlukan keilmuan TI itu sendiri. Karena pada dasarnya sales tidak hanya dituntut untuk mampu menjual namun juga mengetahui betul mengenai permintaan pasar dan melakukan strategi pemasarannya.

Jika terdapat permasalah produk pada klien, maka tugas sales sebagai informan memberitahukan kepada perusahaan. Lalu bersama mencari tahu sebabnya dan memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan. Hasil dari investigasi dan perundingan tersebutlah yang akan disampaikan oleh perusahaan kepada konsumen melalui sales. Dengan informasi ini, sales memiliki peran penting dalam menjembatani perusahaan dengan klien.

Baca Juga:  Daftar Gaji Karyawan 2018 dari yang Paling Kecil hingga Terbesar

Seorang sales dituntut bukan hanya just sale tapi juga memprediksi dan mengetahui betul mengenai konsumen dan pasar seperti apa yang diinginkan, apa yang kita miliki. “Sales harus mampu memanfaatkan berbagai variabel untuk merumuskan atau memutuskan sesuatu. Karena pada dasarnya ia harus tahu semuanya,” jelasnya.

Informasi yang luas dan mendalam baik pada pasar, konsumen, maupun perusahaan yang dimiliki oleh sales ini menjadikan peluang seorang sales untuk menjadi CEO sangatlah besar. “Contohnya saja Howard Schultz, sang CEO Starbucks dan Rick Goings, si juragan Tupperware,” pungkasnya.

KuliTalks ini sendiri merupakan kegiatan sharing informasi dan pengalaman dunia kerja sekaligus menjadi ajang reuni alumni angkatan 2000 dan dosen TI yang bertepatan pada Dies Natalis 58 ITS. Acara ini mengangkat berbagai kisah para pekerja dari berbagai bidang di perusahaan. Mereka menyebut para narasumber ini dengan panggilan unik berupa kuli ataupun tukang, diantaranya tukang instalasi listrik, penjual permen, penjual es limun, tukang tambal ban, dan sebutan kuli lainnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini