Share

Ada 9.000 Insinyur di Indonesia, 7.700 dari Asing

Ulfa Arieza, Okezone · Sabtu 19 Mei 2018 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 19 65 1900214 ada-9-000-insinyur-di-indonesia-7-700-dari-asing-twa6LHhR0N.jpg Foto: Indonesia Kekurangan Insinyur (Dok Humas Untar)

JAKARTA - Indonesia perlu meningkatkan baik kualitas dan kuantitas dari ahli yang berprofesi dalam bidang teknik. Sebab, dari 9.000 insinyur di Indonesia, 7.700 di antaranya atau sekira 85% merupakan tenaga kerja asing (TKA).

Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Perguruan Tinggi Swasta wilayah (Kopertis) III Illah Sailah dalam upacara wisuda sarjana ke 71 Universitas Tarumanagara. Illah menekankan pentingnya kedaulatan dalam bidang ketenagakerjaan di Indonesia dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

"Tidak boleh satu pun bangsa lain yang yang mencari penghidupan di sini tapi akhirnya merebut NKRI dari bangsa Indonesia," ujarnya di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Sabtu (19/5/2018).

 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir memaparkan bahwa kapasitas lulusan insinyur di Indonesia sangat kurang. Belum lagi, banyak insinyur yang tidak bekerja dan menekuni bidangnya.

"Di samping lulusan kita kurang jumlahnya, yang bekerja di bidang keinsinyuran juga berkurang, sehingga banyak insinyur luar negeri akan masuk ke Indonesia," papar dia.

Menurutnya, persaingan ke depan dengan TKA tidak bisa dihindarkan, sehingga sumber daya manusia Indonesia harus mampu menghadapi fenomena tersebut. Belum lagi, lanjut dia, akan terjadi Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan membentuk sistem perdagangan bebas atau free trade antara negara-negara anggota ASEAN, termasuk dalam bidang ketenagakerjaan. Artinya, tenaga asing akan lebih mudah untuk masuk dan bekerja di Indonesia.

 

"Kita tidak bisa menghindari, MEA ini sekaligus menuntur kita juga harus berkompetisi," ujarnya.

Dia berpendapat, salah satu solusi dalam menghadapi fenomena tersebut adalah dengan menciptakan lulusan perguruan tinggi yang berorientasi pengusaha. Dengan banyaknya pengusaha maka diharapkan dapat menciptakan lebih banyak tenaga kerja.

"Entrepreneur muda ini bukan mencetak orang pencari kerja tapi mencetak lapangan kerja," tukas dia.

 

Follow Berita Okezone di Google News

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini