Share

Ketahuan Plagiat, Gelar Akademik 4 Profesor Dicabut

ant, · Senin 30 April 2018 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 30 65 1892981 ketahuan-plagiat-gelar-akademik-4-profesor-dicabut-3cVN99RiPO.jpg Foto: Okezone

BANYUWANGI - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Profesor Mohamad Nasir mengatakan sudah mencabut gelar akademik empat profesor selama menjabat karena terbukti melakukan plagiarisme.

Baca Juga: Dosen Perguruan Tinggi Agama Islam Dikirim ke Negara Timur Tengah

"Kita sering kali melakukan jalan pintas, kemudian memilih plagiat. Saya selama menjabat sebagai Menteri, sudah memberhentikan empat profesor karena plagiat," kata Nasir di Institut Agama Islam Darussalam, Desa Karangdoro, Banyuwangi,Jawa Timur, Senin (30/4/2018).

Menristekdikti Mohamad Nasir Bicara Mutu Pendidikan di Tanah Air

Nasir mengatakan salah satu kewajiban dosen adalah melakukan penelitian. Namun, masih banyak dosen yang lebih suka mengajar dengan mengabaikan penelitian.

Ketika melakukan penelitian pun, sering terjadi dosen mengambil jalan pintas dengan mengambil penelitian peneliti lain tanpa mencantumkan sumbernya sehingga terjadi plagiarisme.

Baca Juga: Menarik! Kalangan Profesional Bisa Jadi Dosen Meski Belum S-2 dan S-3

"Supaya tidak terjadi plagiariame, harus jujur. Plagiarisme harus dihindari dan jangan dilakukan. Plagiarisme hukumnya haram bagi seorang dosen," tuturnya.

Nasir mengatakan dosen-dosen dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) harus meningkatkan kualitasnya untuk mengembangkan pendidikan di perguruan tinggi - perguruan tinggi NU.

Menristekdikti Mohamad Nasir Bicara Mutu Pendidikan di Tanah Air

Menurut Nasir, bila dosen-dosen memiliki kualitas yang baik, maka program studi di perguruan tinggi NU akan berkembang dan lulusannya juga akan berkualitas.

Menteri Nasir membuka bimbingan teknis peningkatan karier dosen NU yang diadakan Direktorat Karier dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) di Institut Agama Islam Darussalam, Banyuwangi.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini