Share

Mahasiswa ITS Ciptakan Aplikasi Permudah Pembayaran Pajak Reklame

Agregasi Antara, · Selasa 24 April 2018 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 23 65 1890474 mahasiswa-its-ciptakan-aplikasi-permudah-pembayaran-pajak-reklame-fjcr1aeGBD.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

SURABAYA - Tiga mahasiswa Departemen Teknik Komputer Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, yaitu Yusuf Umar Hanafi, Dito Prabowo, dan Wahyu Santoso menciptakan aplikasi untuk mempermudah pembayaran pajak reklame bernama Siklame.

Ketua tim aplikasi Siklame, Yusuf Umar Hanafi ditemui di Surabaya, mengatakan latar belakang diciptakannya aplikasi itu, karena saat ini jumlah reklame, terutama di Surabaya, tidak diimbangi dengan pajak pemasukan reklame ke pemerintah lantaran kurangnya kesadaran pembayar pajak.

"Untuk itu perlu adanya petugas yang dikerahkan guna mendata apakah pajak reklame sudah dibayarkan atau mengecek jangka waktu berlakunya pajak tersebut," ujarnya.

Dia menjelaskan, pendataan pajak reklame oleh petugas saat ini masih berbasis paper sehingga membutuhkan proses yang cukup lama.

"Bayangkan jika di setiap daerah terdapat lebih dari 10 reklame, petugas akan kesulitan untuk mendatanya sekaligus memakan banyak waktu," tutur Yusuf.

Dengan diciptakannya aplikasi ini, lanjutnya, tentu akan memberikan kemudahan bagi petugas dalam melakukan pendataan reklame.

Untuk proses pembayarannya, dimulai dari pihak reklame mengajukan izin ke dinas yang terkait. Kemudian pihak dinas memasukkan data reklame yang diizinkan untuk dipasang. Petugas hanya perlu memverifikasi data sesuai dengan input data dari dinas.

"Kemudahannya di sini dari segi verifikasinya, petugas cukup memberikan tanda centang di aplikasi Siklame. Selanjutnya petugas men-survey apakah lokasi reklame yang dipasang sudah sesuai dengan data yang telah di-input sebelumnya di dinas," kata dia.

Selain verifikasi reklame, aplikasi ini juga memuat fitur pembayaran pajak reklame secara daring sekaligus pelaporan tindakan reklame ilegal.

"Misalnya, terdapat reklame yang tidak tercantum dalam data, maka petugas akan memfoto lokasi reklame tersebut dan melaporkannya," ucapnya.

Dia dan kelompoknya berharap ke depan bisa mengembangkan aplikasi Siklame lebih lanjut. "Saat ini kesulitannya masih terbatas pada koneksinya saja, tetapi hal tersebut akan segera kami kembangkan lagi," ucapnya. (per)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini