Share

Masih Minim, Dosen dan Mahasiswa Didorong untuk Ciptakan Alat Pemantau Cuaca

Agregasi Antara, · Rabu 21 Maret 2018 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 21 65 1875997 masih-minim-dosen-dan-mahasiswa-didorong-untuk-ciptakan-alat-pemantau-cuaca-ZETRDtkTD8.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

PADANG - Pejabat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ketaping Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mendorong dosen dan mahasiswa menciptakan alat pemantau cuaca, sehingga teknologi tersebut dapat berperan membantu informasi cuaca.

"Alat pemantau cuaca BMKG yang dipasang di daerah-daerah saat ini cukup minim, jumlahnya tidak sebanding dengan luas wilayah Sumbar," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping, Budi Samiadji di Padang, Rabu (21/3/2018).

Dalam seminar sehari memperingati hari meteorologi dunia ke-68 di Universitas Negeri Padang, ia menyebutkan hendaknya alat pemantau cuaca ada di setiap kecamatan sehingga informasi cuaca lebih optimal.

Saat ini, lanjutnya alat pemantau cuaca berjumlah ratusan di Sumbar, namun belum dapat memberikan informasi cuaca yang optimal kepada instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang berwenang menanggulangi bencana.

Menurutnya dosen dan mahasiswa seperti jurusan fisika dapat ambil bagian dalan hal ini, seperti menciptakan peralatan yang dapat memantau cuaca dengan beragam inovasi seperti dapat dikontrol dari jarak jauh.

"Saat ini yang dimiliki BMKG masih konvensional dan belum ada inovasi," ujarnya.

Ia menyebutkan BMKG juga memiliki keterbatasan anggaran dalam pengadaan alat pemantau cuaca tersebut, namun ketika dosen dan mahasiswa mau menciptakannya, pihaknya akan turut membantu.

Ini juga sebagai prestasi bagi dosen dan mahasiswa, dosen juga dapat menjadikannya bahan ajar ketika masuk kelas, sehingga berpotensi memicu semangat anak didiknya turut berinovasi, jelas dia.

Ia berharap ke depan ada temuan atau inovasi baru dari dunia pendidikan di Sumbar untuk menciptakan alat-alat yang dapat memperkirakan kondisi cuaca.

"Apalagi informasi cuaca dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari," kata dia.

Sementara, Dekan Fakultas MIPA UNP, Prof Lufri menerangkan kegiatan BMKG di kampus tersebut dapat menambah wawasan mahasiswa terutama mengenai iklim dan meteorologi.

"Ke depan kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan kerja sam dengan semua pihak, sehingga wawasan mahasiswa bertambah luas, apalagi pematerinya orang-orang yang berpengalaman," tambahnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini