Share

Tanggulangi Sampah, UMB Ciptakan Insinerator Mini Hemat Energi

Susi Fatimah, Okezone · Kamis 15 Maret 2018 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 15 65 1873328 tanggulangi-sampah-umb-ciptakan-insinerator-mini-hemat-energi-RLHoyGiHOC.jpg Foto: Dok UMB

JAKARTA - Sampah menjadi masalah umum di semua kota di dunia. DKI Jakarta merupakan salah satu kota besar yang sedang mengalami masalah peningkatan volume sampah. Jakarta tiap hari menghasilkan sampah sebanyak 7.000 ton. Jumlah tersebut merupakan 4 persen dari total produksi sampah yang dihasilkan secara nasional.

Menyadari bahwa pengolahan sampah harus dilakukan secara terpadu, Universitas Mercu Buana bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengadakan sosialisasi pemberdayaan teknologi tepat guna penanganan sampah sederhana dengan alat insinerator mini hemat energi di Rusunawa Tambora, Jakarta Barat.

Dalam paparannya, Hadi Pranoto yang juga dosen Fakultas Tehnik Universitas Mercu Buana menjelaskan bahwa dulu sampah diambil dan dibawa ke pusat proses pemusnahan. Saat ini, konsep tersebut telah berubah sebab dengan menggunakan insinerator mini hemat energi sampah akan dimusnahkan ditempat. Lebih lanjut, Hadi menuturkan bahwa dengan penggunaan insinerator mini hemat energi maka biaya untuk pengelolaan sampah dapat dipangkas dan dimusnahkan dengan segera secara aman.

Sosialisasi ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kepedulian bersama terkait penanganan sampah dengan menggunakan teknologi tepat guna (TTG).

Kepala Pusat Pengabdian Pada Masyarakat UMB, Dr. Inge Hutagalung, M.Si menegaskan bahwa Universitas Mercu Buana senantiasa menaruh kepedulian terhadap masalah sosial masyarakat untuk itu melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat diciptakan insinerator mini hemat energi APEM-SAE sebagai solusi penanganan sampah di DKI Jakarta.

Lebih lanjut, Inge Hutagalung menegaskan bahwa pada era globalisasi ini masyarakat dituntut memiliki kemampuan untuk memanfaatkan TTG secara optimal untuk mengefisienkan ongkos produksi dan memperbaiki proses penanganan sampah guna mewujudkan lingkungan bersih dan asri.

Kegiatan sosialisasi pemberdayaan masyarakat berbasis TTG di Rusunawa Tambora ini dihadiri oleh Lurah Kelurahan Angke serta Tim Penggerak Posyantek seluruh Jakarta Barat.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini