Tips Jitu Lolos Seleksi Esai Beasiswa LPDP

Susi Fatimah, Okezone · Jum'at 26 Januari 2018 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 26 65 1850653 tips-jitu-lolos-seleksi-esai-beasiswa-lpdp-XHjFeheUw1.jpg Foto: Shutterstock

JAKARTA - Banyak pelamar beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mendambakan lolos dengan mulus pada tiap tahapan seleksi, termasuk lolos seleksi esai. Tentu saja, menulis esai LPDP tidaklah semudah mengarang bebas atau menuangkan curhatan hati di atas kertas.

"Esai LPDP akan berkaitan erat dengan tulisan ilmiah populer yang padat informasi verifikatif (tidak mengada-ada), faktual, dan renyah dibaca," ujar Shulhan Rumaru, penerima beasiswa LPDP BIT 2017 kepada Okezone, Jumat (26/1/2018).

Dalam seluruh tahapan seleksi LPDP, kurang lebih ada 2-4 esai yang harus disiapkan yaitu Esai Kontribusiku Bagi Indonesia, Esai Rencana Studi, Esai Rencana Karier dan Pengabdian, dan Esai On The Spot. Pengajuan esai akan disesuaikan dengan kategori program LPDP yang ditawarkan baik itu Beasiswa LPDP Reguler, Afirmasi, maupun Beasiswa Indonesia Timur (BIT).

Pada umumnya, penulisan esai ini ada di setiap tahapan seleksi LPDP, mulai dari seleksi administratif sampai seleksi substantif. Namun bagaimana cara membuat esai yang baik dan benar sekaligus menarik perhatian LPDP? Simak tips membuat empat jenis esai seperti dituturkan Shulhan berikut ini:

Esai Kontribusiku Bagi Indonesia

Dalam tahapan seleksi administrasi, setiap calon awardee wajib menulis 2-3 esai sesuai jenis beasiswa LDPD yang dilamar. Pertama, Esai Kontribusiku Bagi Indonesia (KBI). Sesuai ketentuan LPDP, isi dari esai KBI haruslah memuat tiga poin penting, yaitu kontibusi yang sudah dilakukan, yang sedang dilakukan, dan akan dilakukan. Selain itu, LPDP juga membatasi jumlah kata dalam esai ini yaitu 750 kata saja. Artinya, panjang tulisan esai ini boleh kurang namun tidak boleh lebih dari 750 kata atau setara 2 lembar A4.

"Gak perlu membayangkan kontribusi berskala besar atau yang berimplikasi luas di masyarakat. Kontribusi bagi keluarga dan lingkungan sekitar pun sudah dinyatakan kontribusi. Tapi bagaimana meraciknya dalam sebuah tulisan yang menarik? Inilah yang sering dirasa sulit oleh banyak pelamar LPDP," papar Shulhan.

Supaya esai kamu lebih dilirik, perhatikan beberapa poin ini:

1. Paragraf pembuka. Kamu cukup membuat satu paragraf pembuka saja supaya tidak banyak menghabiskan jumlah kata yang akan kamu maksimalkan untuk memaparkan hal yang lebih substantif dalam tubuh esai. Paragraf pembuka bisa terdiri dari 4-7 kalimat pengantar yang menjelaskan diri kamu secara singkat serta pendapat umum yang mendukung isi tulisanmu.

2. Isi tulisan yang terdiri dari: kontribusi yang sudah dilakukan, yang sedang dilakukan, dan yang akan dilakukan. Sebaiknya, kamu menulis secara berurutan dari kontribusi terdahulu hingga yang teranyar, bukan sebaliknya. Sementara untuk poin "yang akan dilakukan", kamu bisa menuliskan rencana program dari aktivitas yang digeluti saat ini atau mengajukan ide baru nan segar yang visioner.

Di poin ini, "jual" diri kamu sebaik dan semenarik mungkin. Tapi ingat, kamu dilarang keras berbohong atau mengada-adakan informasi fiktif, sebab kamu akan didiskualifikasi oleh LPDP jika ketahuan berbohong pada tahapan berikutnya. Kenapa bisa ketahuan? sebab kamu akan dimintai bukti dari setiap kegiatan yang ditulis dalam esai, juga akan diminta menceritakan lebih detil dalam tahap seleksi wawancara.

3. Dalam isi tulisan/esai, sebisa mungkin setiap kontribusi dapat dikategorikan sesuai bidangnya supaya lebih tersruktur dan sistematis. Misalnya, jika kamu punya kontribusi di banyak bidang sebaiknya langsung dikategorisasikan, seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan dll. Selain itu, kamu wajib memilah-milih aktivitas mana saja yang dianggap paling penting untuk ditulis.

Kesulitan terbesar bagi pelamar yang kebanyakan kontibusi adalah menuangkankannya secara singkat dalam 750 kata. Bagi yang minus aktivitas, disarankan untuk menulis secara lebih detil dan runut. Hal ini penting, supaya esai kamu tidak dianggap terlalu sedikit dan garing.

4. Paragraf penutup berupa harapan. Biasanya para calon awardee kehabisan kata-kata sebab semua sudah ludes tertuang dalam tubuh esai. Untuk menyiasati kerumitan ini, sebaiknya kamu gunakan kalimat umum yang menggambarkan harapan apa saja yang ditulis pada tubuh esai tanpa mengulangnya secara pointers.

5. Mintalah pendapat dan koreksi dari teman, awardee lain atau bahkan dosen kamu yang pandai menulis. Hal ini akan sangat membantu agar lebih ciamik meracik esai.

6. Tulislah esai dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar sebab LPDP tidak mewajibkan menulis esai apapun dalam bahasa Inggris selama proses seleksi, sekalipun itu untuk tujuan luar negeri. Terkecuali, jika tahun ini LPDP mengubah syarat esai menjadi bahasa Inggris. Terkadang calon awardee memaksakan diri menulis dalam bahasa Inggris, padahal ini menyulitkan baginya sehingga tulisannya pun tidak maksimal. Intinya, jangan mempersulit diri jika LPDP tidak menyaratkan hal tersebut.

7. Terakhir, sebagai pemanis esai, bumbui tulisan dengan quote dari tokoh idola kamu atau publik figur lainnya dan sisipkan itu pada paragraf pembuka atau penutup saja.

Esai Rencana Studi

Rencana studi tidaklah ditulis berdasarkan angan-angan tetapi harus sesuai dengan realitas pendidikan yang akan kamu tempuh nantinya. Dilarang keras mengarang bebas dalam esai ini sebab kamu akan dinilai out of topic. Dan lagi-lagi, tidak boleh melebihi 750 kata sesuai ketentuan LPDP.

Apa saja yang harus Anda tulis dalam esai rencana studi? Simak berikut ini ya.

1. Rencana perkuliahan

Poin pertama ini, kamu wajib menulis secara pointers tiga poin besar yaitu program studi, waktu pelaksanaan studi, dan mata kuliah.

a. Pada poin program studi, kamu harus menulis secara pointers: apa nama institusi tempat berkuliah nanti, program studi berupa strata dua (magister) atau strata tiga (doktoral) dan di bidang apa, jenis program perkuliahan berupa kelas reguler (full time) atau kelas penelitian, lokasi kampus berkualiah nanti (apakah di kampus utama atau kampus cabang), kredit SKS yang akan diambil selama masa kuliah (misal minimal 30 SKS), gelar akademik apa yang anda dapatkan setelah wisuda nanti (misal Master of Art) dan yang paling krusial bahkan sering kali ditanyakan ketika wawancara yaitu alasan pemilihan kampus dan jurusan.

Perkara pemilihan kampus, sebaiknya Anda perhatikan hal-hal berikut: apakah kampus itu berupa kampus negeri (public university) atau kampus swasta (privat university), akreditasi dan reputasi kampus, berapa biaya kuliahnya, urutan peringkat dunia kampus tersebut, unggulkah kampus tersebut dalam jurusan yang kamu pilih, apa saja syarat pendaftarannya, berapa kuota mahasiswa internasionalnya, berapa syarat minimum TOEFL atau IELTS-nya, adakah penyediaan asrama untuk mahasiswa baru, dan adakah acara semisal ospek. Adapun hal di luar ini, semisal adakah asuransi kesehatan dari kampus, silakan Anda masukkan bila dirasa perlu.

b. Waktu pelaksanaan studi. Berilah gambaran umum bahwa waktu perkuliahan kamu akan dimulai pada tahun berapa hingga tahun berapa.

c. Mata kuliah. Kamu dianjurkan menuliskan dalam bentuk tabel, mata kuliah apa saja yang ditawarkan oleh kampus tujuan dan berapa jumlah SKS dari masing-masing mata kuliah dan cantumkan juga jumlah keseluruhan SKS-nya. Seluruh informasi ini bisa kamu temukan di website kampus yang menjelaskan secara rinci.

2. Topik tesis atau disertasi. Poin ini sangat penting bahkan kamu bisa dicecar oleh tim penguji selama tahapan wawancara. Sebab itu, carilah judul tesis atau disertasi yang menarik dan sesuai bidang studi yang dipilih. Sebaiknya, kamu berkonsultasi dengan pembimbing akademik atau dosen pembimbing skripsi/tesis. Hal ini akan membuka wawasan dan memperluas wacana mengenai tesis atau disertasi apa yang akan kamu ajukan nanti.

Sebagai informasi tambahan, setiap wawancara, kamu akan diuji oleh 4 ahli di bidangnya dan salah satunya adalah ahli pada bidang atau jurusan yang kamu ambil. Selain itu, kamu wajib membuat abtsraksi yang menarik tentang tesis atau disertasi tersebut dan tulislah dalam dua paragraf saja. Hal ini berfungsi sebagai gambaran umum bagi tim penguji LPDP dan akan menjadi bahan diskusi nantinya pada tahapan seleksi wawancara.

3. Aktivitas di luar perkuliahan. Kamu harus menjelaskan secara menarik terkait apa saja aktivitas selama masa perkuliahan nanti di kampus negara tujuan. Kamu bisa menjelaskan mulai dari awal masuk kampus sampai aktivitas lainnya yang menunjang studi selama di sana, seperti aktif menulis di jurnal internasional, mengikuti kegiatan KBRI atau bahkan menjadi asisten profesor. Silakan dijabarkan secara gamblang saja, tanpa perlu begitu terperinci.

Esai Rencana Karier dan Pengabdian

Pada esai ini, kamu diminta menjabarkan rencana karier dan pengabdian pasca studi dari kampus negara tujuan, sebab setiap awardee wajib pulang kampung, kembali mengabdi untuk Indonesia tercinta. Esainya, tidak boleh lebih dari 750 kata.

Dalam esai ini, tidak ada tips khusus dikarenakan hanya kamu yang tahu apa rencana karier dan pengabdian kamu nantinya. Namun secara umum, tuangkanlah rencana-rencana besar yang berimplikasi pada pembangunan negara atau masyarakat di daerah-mu. LPDP akan sangat menghargai setiap calon awardee yang visioner pemikirannya dan siap berkontribusi sebanyak-banyaknya bagi kemaslahatan Indonesia.

Bagaimana dengan ambisi pribadi yang juga bagian dari rencana karier? Silakan saja ditulis sebab itu bisa menjadi nilai tambah. Misalnya, kamu ingin menjadi pengusaha bidang ritel atau konsultan bisnis usai berkuliah dan mendapat gelar Master of Business Administration atau bahkan ingin berkarier sebagai PNS sekalipun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini