Mahasiswa Rancang Alat Peringatan Ngantuk untuk Pengendara Motor

Agregasi Antara, · Kamis 18 Januari 2018 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 18 65 1846773 mahasiswa-rancang-alat-peringatan-ngantuk-untuk-pengendara-motor-MYggl70cZB.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

SURABAYA - Tiga mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yaitu Elviana Arisaputri, Dliyauddin' I dan Kevin Natanael merancang alat yang dapat memberi peringatan bagi pengendara sepeda motor yang ngantuk.

Elviana Arisaputri mengatakan alat itu dinamakan "Sleep Control for Biker" (SCB) dan dirancang untuk mengurangi angka kecelakaan pengguna sepeda motor yang marak karena ngantuk.

"Alasan diciptakannya alat ini karena banyak pengendara sepeda motor yang kecelakaan karena ngantuk di jalan. Kami membuat alat ini untuk mengurangi angka kecelakaan tersebut," kata Elviana.

Dia menjelaskan, SCB akan memberi peringatan kepada pengguna sepeda motor ketika berada dalam keadaan ngantuk. Nantinya ketika mengantuk, akan mucul pemberitahuan di gelang dan helm.

(Baca juga: Sri Mulyani Tegaskan Pentingnya Pencegahan Korupsi di Perguruan Tinggi)

"Ada dua device di gelang dan di helm. Di gelang terdiri dari sensor denyut nadi sama ada notifikasi di gelang tersebut. Yang kedua device yang ada di helm nantinya akan menampilkan suara melalui headset bluetooth," ujarnya.

Dia mengemukakan, ukuran frekuensi ketika seorang sedang ngantuk adalah 40 ke bawah. Jika berada dalam frekuensi itu, otomatis ndenyut nadi akan terbaca dan terbilang ngantuk.

"Setelah itu ada pemberitahuan di LCD berupa peringatan nada bahwa kita harus menepi karena sedang ngantuk," tuturnya.

Device itu sendiri, kata dia, masih dalam bentuk prototipe. Jadi komponennya masih memakai modul. Namun jika alat itu nantinya bisa dilanjutkan dan dikembangkan, Elviana dan rekannya akan membuat sendiri komponennya.

"Kami tinggal memprogram dan menghubungkan komunikasi datanya melalui desain for denyut nadi. Kami pakai sensor yang lebih akurat di pergelangan tangan," kata dia.

Elviana dan kelompoknya menghabiskan Rp1,3 juta untuk modal awal beserta risetnya. "Harapan kalau ada dana dan waktu kami ingin lebih mengembangkan di sisi mekanik dan bentuk agar lebih kecil. Di helm juga lebih aman lagi," ujarnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini