Share

Jadi Pembicara di Hongkong, Dosen Ini Sukses Mencuri Perhatian Peserta Konferensi

Elva Mustika Rini, Okezone · Minggu 24 Desember 2017 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 20 65 1833378 jadi-pembicara-di-hongkong-dosen-ini-sukses-mencuri-perhatian-peserta-konferensi-0KxGL3vW39.jpg Foto: Dok Unnes

JAKARTA - Dalam pertemuan ilmiah bergengsi yang dihadiri oleh 250 akademisi, peneliti, dan praktisi dari 34 negara, dua orang dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) berkesempatan terlibat bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga pemateri.

Mereka adalah Arif Suryo Priyatmojo dan Rohani. Melalui topik yang dibawakannya, yaitu peran perguruan tinggi dalam peningkatan kompetisi kepala laboratorium di sekolah/madrasah, keduanya sukses mencuri perhatian para peserta International Conference on ESP, New Technology and Digital Learning.

Dilansir dari laman Unnes, Minggu (24/12/2017), pada kesempatan emas itu, Arif dan Rohani mengemukakan penemuan yang mencakup tiga hal. Pertama, perguruan tinggi bisa menyiapkan SDM yang dicalonkan menjadi kepala laboratorium di sekolah/madrasah dengan menjadi mentor bagi kolega mereka.

Kedua, pakar perguruan tinggi dapat menyusun modul yang menjadi standar materi calon kepala laboratorium di sekolah/madrasah. Ketiga, memaksimalkan fungsi laboratorium menjadi fasilitas riset dan kolaborasi antara sekolah/madrasah, perguruan tinggi, dan masyarakat.

(Baca juga: Korbankan Jam Tidur Demi Kuliah, Ketua Pengadilan Agama Ini Raih Wisudawan Terbaik)

Penelitian ini dilakukan terkait Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 26 tahun 2008 tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah, untuk bisa diangkat menjadi seorang kepala laboratorium di sekolah/madrasah, seorang guru harus berijazah minimal S1, berpengalaman minimal tiga tahun dalam penggunaan laboratorium, dan memiliki Sertifikat Kepala Laboratorium yang dikeluarkan oleh pemerintah atau institusi pendidikan tinggi.

Menurut Arif, penemuan ini merupakan ‘langkah strategis terkait penggunaan teknologi yang harus diimplementasikan secara sinergis antar pemangku kepentingan pendidikan di Tanah Air’. Melalui wadah yang disediakan Hongkong Polytechnic University itu, ia dapat mengungkapkan pemikirannya kepada dunia.

“Dalam konferensi di Hongkong ini telah terjadi tukar pikiran yang sangat bermanfaat dari para pakar, peneliti, dan praktisi tentang pemanfaatan teknologi mutakhir untuk pembelajaran,” pungkas Arif yang juga menjabat sebagai Kepala Laboratorium di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Unnes.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini