Share

Jempol! Mahasiswa Surabaya Temukan Khasiat Kulit Ketela untuk Penetral Warna

Agregasi Antara, · Jum'at 27 Oktober 2017 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 27 65 1803585 jempol-mahasiswa-surabaya-temukan-khasiat-kulit-ketela-untuk-penetral-warna-jZkTFPayyz.jpg Foto: Shutterstock

SURABAYA - Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Jessica Angelia Suhadi menemunkan khasiat kulit ketela pohon yang berfungsi sebagai pemutih alami untuk menetralkan warna minyak nabati atau Crude Coconut Oil (CNO).

Jesica di Surabaya, Jumat (27/10/2017) menjelaskan CNO atau minyak nabati adalah minyak yang dibuat dari ekstrak daging buah kelapa yang mengandung antioksidan tinggi dan bermanfaat untuk melawan keriput serta kulit kendur.

"Karena adanya kandungan karotenoid terutama beta-karoten warna asli CNO yaitu jingga atau kuning kecoklatan. Agar bisa digunakan, CNO harus dimurnikan dahulu dengan menggunakan proses bleaching atau pemucatan," tutur Jesica.

Pada umumnya, proses pemucatan minyak ini menggunakan bleaching earth atau bentonit sebagai adsorben. Namun dalam inovasi yang diteliti mahasiswi asal Semarang itu mencoba mengkombinasi hydrochar pada bentonit untuk proses bleaching yang terbuat dari kulit ketela pohon.

"Banyaknya kulit ketela pohon yang menjadi limbah, saya coba-coba untuk memanfaatkannya dengan cara mengkombinasikan bentonit-hydrochar yang terkandung pada kulit ketela. Dengan tujuan, terbentuk suatu adsorben yang memiliki kapasitas penyerapan yang lebih besar agar efisien saat produksi minyak CNO," kata Jesica.

Cara membuat hydrochar, lanjut Jesica yaitu pertama mencuci bersih kulit ketela pohon, kemudian dikeringkan dengan oven selama kurang lebih 24 jam, setelah itu dihaluskan menjadi serbuk. Setelah mengombinasikan bentonit-hydrochar, terciptalah komposit untuk memurnikan CNO.

"Jumlah komposit yang digunakan disesuaikan dengan yang dilakukan di pabrik yaitu tiga persen dari berat yang digunakan. Contohnya, kalau minyak yang akan di bleaching sekitar 100 gram, maka adsorben yang dipakai sebanyak tiga gram," ujar Jesica.

Ia menegaskan bahwa inovasinya dengan kombinasi ini bertujuan untuk memaksimalkan kemampuan adsorpsinya. "Pemurnian CNO diharuskan untuk mengurangi warna agar menjadi kuning jernih atau kuning pucat jernih," kata dia.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini