Wow! 4,5 Juta Mahasiswa Akan Ikuti Kuliah Akbar Aksi Melawan Radikalisme

Koran SINDO, · Jum'at 06 Oktober 2017 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 06 65 1790132 wow-4-5-juta-mahasiswa-akan-ikuti-kuliah-akbar-aksi-melawan-radikalisme-fuEXVaIwqP.jpg Ilustrasi.

JAKARTA – Pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia akan menggelar aksi Kebangsaan Melawan Radikalisme serentak di seluruh Indonesia dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2017.

Dalam kegiatan ini juga akan digelar kuliah akbar yang rencananya akan melibatkan jutaan mahasiswa dari perguruan tinggi se-Indonesia.

“Iya, salah satu kegiatan dalam aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme, yaitu kuliah akbar yang diikuti 4,5 juta mahasiswa,” ungkap panitia pengarah aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme, Zainal Abidin di Jakarta, Jumat 6 Oktober 2017.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, itu menjelaskan kuliah akbar akan digelar serentak bersamaan dengan aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme di setiap 34 provinsi dan 350 kabupaten/ kota.

Aksi kebangsaan tersebut merupakan komitmen yang berlanjut setelah deklarasi melawan radikalisme di Nusa Dua, Bali, yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

(Baca juga: Waduh! Mahasiswa Baru di Kampus Ini Wajib Deklarasi Anti-Radikalisme)

Sebelumnya tercatat kurang lebih 3.000 pimpinan perguruan tinggi di Indonesia menyatukan komitmen dengan menggelar deklarasi melawan radikalisme di Provinsi Bali pada 25-26 September 2017. Zainal menjelaskan, dalam rapat pleno aksi kebangsaan melawan radikalisme di Nusa Dua telah disepakati secara bulat dan utuh materi deklarasi kebangsaan dan akan disosialisasi di setiap wilayah.

“Acara tersebut merupakan hasil perundingan pertemuan pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia pada 25-26 September 2017 di Bali. Acara ini diikuti 3.000 pimpinan perguruan tinggi,” kata dia.

Anggota panitia pelaksana pertemuan pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia Muhammad Shirozi mengatakan, selain kuliah akbar dan orasi kebangsaan, juga ada pembacaan deklarasi perguruan tinggi melawan radikalisme pada acara nanti.

“Kita juga mengundang atau melibatkan banyak pihak lain baik pemerintah maupun tokoh yang seide dan setuju menjaga Indonesia dari isu SARA, kebencian, fitnah, dan adu domba, berkomitmen menjaga kebinekaan, Pancasila, dan NKRI,” jelasnya.

Menurut dia, pertemuan itu untuk mempertegas sikap perguruan tinggi se-Indonesia bersama civitas academica di kampus masing-masing. Selain itu untuk melawan radikalisme dan intoleransi serta menjadi benteng bagi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini