Share

Keren! Mahasiswa Surabaya Ubah Panas Kompor Jadi Energi Listrik

Susi Fatimah, Okezone · Rabu 20 September 2017 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 20 65 1779818 keren-mahasiswa-surabaya-ubah-panas-kompor-jadi-energi-listrik-4VswZUmBea.jpg Foto: Dok Untag

JAKARTA - Ditangan seorang mahasiswa, fungsi kompor yang semula hanya untuk memasak berubah sebagai alat pembangkit listrik. Ya, dialah Didit Triwidodok, mahasiswa Teknik Elektro, Universitas 12 Agustus 1945 yang memiliki ide inovasi tersebut.

Ia berhasil menciptakan kompor yang dilengkapi dengan baterai sebagai media penyimpanan energi listrik yang dihasilkan setiap kompor tersebut digunakan untuk memasak.

“Energi listrik yang disimpan ini bisa digunakan saat listrik padam. Kompor ini memiliki thermo electric, yakni sebuah media penghasil listrik yang dapat menghasilkan suhu dingin jika kedua terminal atau kabelnya dihubungkan dengan sumber tegangan DC,” ujar Didit seperti dilansir dari laman Untag, Rabu (20/9/2017).

Didit menjelaskan, thermo elektrik biasanya dipakai pada kulkas portable, dispenser mini dan pendingin CPU. Electric Stove hanya menggunakan thermo elektrik sebagai generator, dengan cara memberikan temperatur atau suhu panas pada salah satu sisi sedangkan pada sisi yang lain akan didinginkan.

Menurutnya, energi listrik yang dihasilkan dari kompor ini berupa tegangan DC sebesar 10-14 Volt, dengan arus 2-4 Ampere.

“Tergantung perbedaaan temperature yang diterima oleh komponen thermo electric. Semakin besar selisih suhu antar kedua sisi lempengan thermo electric maka semakin besar pula daya yang dihasilkan,” ujarnya.

Cara kerja kompor ini sangatlah sederhana. Seperti kompor pada umummnya, namun setelah kompor dihidupkan lempeng sisi panas thermo electric akan menyerap panas dari kompor dan akan di buang melalui sisi yang lainnya dari proses tersebut maka akan timbul tegangan dari kedua ujung kabelnya.

“Tegangan tersebut akan masuk pada rangkaian boost conventer DC untuk dinaikkan tegangannya menjadi 13,8 Volt. Hal ini dimaksudkan supaya bila terjadi drop tegangan pada sisi thermo electric maka diharapkan rangkaian boost conveter ini tetap mampu menyuplai kebutuhan inventer yang memiliki tegangan kerja 10,5 Volt samapai 15 Volt,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa tegangan dari boost conventer ini selanjutnya akan masuk pada rangkaian inventer untuk dinaikkan dan dirubah tegangannya dari 13,8 DC menjadi 220 Volt AC agar dapat digunakan untuk mensuplay beban/ peralatan listrik yang ada disekitar.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini