Share

Mantap! Puluhan Mahasiswa Indonesia Berangkat ke Nepal untuk Kegiatan Sosial

Siska Permata Sari, Okezone · Jum'at 25 Agustus 2017 19:38 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 25 65 1763086 mantap-puluhan-mahasiswa-indonesia-berangkat-ke-nepal-untuk-kegiatan-sosial-PgfwpHMCv6.jpg Foto: Dok Unnes

JAKARTA - Puluhan mahasiswa Indonesia akan diberangkatkan ke Nepal demi menjalani misi You Can Global Heroes yang akan dilaksanakan pada Sabtu 26 Agustus hingga 31 Agustus 2017.

Agenda tersebut akan berlokasi di Kathmandu, Nepal, ibu kota sekaligus kota terbesar di Nepal. Salah satu mahasiswa yang terpilih menjadi delegasi itu adalah Erlin Mega Priliani dari Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Erlin sendiri menjadi satu-satunya perwakilan dari universitasnya. Sementara sisanya berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Udayana, dan sejumlah kampus lain di Indonesia.

Melansir dari laman Unnes, Jumat (25/8/2017), Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unnes, Zaenuri menyampaikan selamat pada Erlin dan sejumlah pesan.

"Harus semangat dalam menjalani kegiatan dan tunjukkan kemampuan terbaik," pesan dia.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Youth Action for Nation (You Can) yang diikuti para pemuda perwakilan dari Young Professional Development Society Nepal (YPDSN).

Indonesia sendiri memberangkatkan 20 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Kegiatan yang dilakukan selama sepekan tersebut meliputi pengabdian kepada masyarakat, konferensi, dan mini research.

You Can Global Heroes sendiri merupakan sebuah platform yang memberikan kesempatan bagi kaum muda untuk berkomitmen mengembangkan dunia yang lebih baik. Platform tersebut memungkinkan para pemuda berkontribusi terkait dunia sosial dan pendidikan di luar negeri.

Di Indonesia, ada pula cabang platform bernama You Can Indonesia yang memiliki berbagai program. Mulai dari pemberdayaan sosial untuk mengembangkan ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat daerah pedesaan, inkubator bisnis, diskusi online, hingga program internasional.

Negara Nepal ini sengaja dipilih lantaran negara ini merupakan negara dengan mayoritas warga yang hidup di dalam garis kemiskinan. Tingkat pengangguran tinggi, dan hampir satu dari empat orang Nepal hidup di bawah garis kemiskinan.

Untuk pendidikan, di tahun 2015 sebanyak 339.000 anak-anak Nepal belum melihat wajah perguruan tinggi. Bahkan hanya dua pertiga dari semua anak di Nepal yang bisa mengenyam pendidikan. Bukan itu saja, setiap tahun, sebagian besar siswa-siswa tersebut mengalami putus sekolah di sekolah menengah.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini