Share

Inspiratif! Tingkatkan Minat Baca, Mahasiswa Ini Bangun Perpustakaan di Desa Terpencil

Agregasi Antara, · Selasa 08 Agustus 2017 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 08 65 1751979 inspiratif-tingkatkan-minat-baca-mahasiswa-ini-bangun-perpustakaan-di-desa-terpencil-Ywlxkynd3u.jpg Mahasiswa UPI. Foto: Antara

BANDUNG - Rendahnya minat baca anak di Indonesia sebagian bukan disebabkan oleh kemalasan anak, melainkan karena tidak adanya atau minimnya ketersediaan buku di berbagai daerah terpencil.

Bila alasannya begitu, otomatis solusi yang dibutuhkan adalah membangun perpustakaan di daerah terpencil tersebut. Seperti yang dilakukan para mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung.

Ya, sekelompok mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berinisiatif membangun perpustakaan atau taman bacaan masyarakat di pelosok daerah Kecamatan Pakenjeng, Garut, Jawa Barat.

"Pembuatan taman bacaan masyarakat itu untuk menumbuhkembangkan budaya literasi di kalangan masyarakat, khususnya pada pelajar," kata salah satu mahasiswa Haifa, baru-baru ini.

Mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab tersebut mengatakan, taman bacaan masyarakat tersebut diberikan sebagai kenang-kenangan dari mahasiswa yang telah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pakenjeng.

Selain itu, ia juga ingin mendorong budaya literasi masyarakat pelosok daerah Garut untuk tidak bergantung pada telepon selulernya yang terkoneksi internet.

"Teknologi kita memang mengalami kemajuan yang sangat pesat, namun budaya literasi di kita berdasarkan analisa sejumlah ahli masih rendah, dan itulah yang kemudian mendorong kami membuat TBM (taman bacaan masyarakat) ini," lanjut dia.

Menurut pengakuan Haifa, membangun taman bacaan bagi masyarakat tidaklah mudah. Pasalnya, kata dia, membangun perpustakaan pun memerlukan pertimbangan seperti lokasi yang strategis dan terjangkau bagi masyarakat.

Selain itu, kesulitan lainnya adalah mencari buku yang layak baca bagi masyarakat setempat. "Kita sempat mencari donatur yang mau menyumbangkan buku bekas atau baru, tapi cukup sulit dan akhirnya kita mencari buku dari Bandung," kisahnya.

Ia berharap, keberadaan taman baca yang dibangunnya bersama rekan-rekan KKN lainnya bisa memberi wawasan dan manfaat bagi kehidupan masyarakat baik di Pakenjeng maupun di Garut.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini