Share

Piagam Sindiran untuk Menristekdikti Sempat Dirampas Pihak Kampus Unnes

Taufik Budi, Sindo TV · Rabu 02 Agustus 2017 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 02 65 1748327 piagam-sindiran-untuk-menristekdikti-sempat-dirampas-pihak-kampus-unnes-eXyjQIttEt.jpg Foto: Instagram

SEMARANG - Pemberian piagam berisi sindiran ke Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) berbuntut panjang. Dua mahasiswa dilaporkan ke polisi karena mengunggah dokumen itu ke media sosial.

Sebelum diserahkan kepada Menristekdikti, piagam yang dirumuskan sejumlah aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unnes itu sempat diminta paksa oleh pihak kampus. Namun, mahasiswa tak patah arang hingga meminta kembali piagam tersebut untuk diberikan kepada Mohamad Nasir.

"Pihak kampus memang mengetahui jika kami akan memberikan piagam itu. Makanya terjadi tarik ulur, agar kami batal memberikan piagam kepada Menristekdikti. Hingga sebelum diserahkan, piagam itu diminta oleh pihak kampus meski akhirnya bisa saya minta kembali," ujar Presiden BEM Unnes, Mohamad Adib, baru-baru ini.

Dia mengatakan, penyerahan piagam sengaja dilakukan di luar acara resmi yang dihadiri Menteri bersama sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Jateng dan DIY di Kampus Unnes.

Mereka menghadiri acara Deklarasi Insan Pendidikan Tinggi dari Semarang untuk Indonesia Bersama Menristekdikti, Kepala BNPT, Kepala BNN Provinsi Jateng, Rektor PTN/PTS SeJateng-DIY, serta mahasiswa Bidikmisi dengan tema 'Menjunjung tinggi NKRI, Pancasila dan UUD 1945 Cinta Tanah Air dan Negara, anti Narkoba dan anti Radikalisme/Terorisme”.

"Sengaja tidak memberikan piagam itu pas acara resmi, karena kami juga tak ingin merusak acara ilmiah di kampus. Makanya piagam itu diserahkan usai acara. Itu pun hanya saya yang bisa menerobos ketatnya penjagaan, teman-teman yang lain tidak bisa mendekat," lugasnya.

Dia mengaku menyesalkan pelaporan dua mahasiswa kepada polisi karena diduga melakukan tindak pidana pencemaran nama baik dengan menggunakan sosial media sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 310 KUHP.

Berdasarkan keterangan Adib, bahwa pelapor adalah Koordinator keamanan Unnes/Kepala Satpam Unnes atas kuasa Rektor Unnes, dengan terlapor adalah Julio Belnanda Harianja dan Haris Akhmad Muzaki.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini