Share

Jadi Joki Tes Ujian Masuk, Polisi Tetapkan Mahasiswa Unnes Jadi Tersangka

Agregasi Antara, · Selasa 01 Agustus 2017 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 01 65 1747639 jadi-joki-tes-ujian-masuk-polisi-tetapkan-mahasiswa-unnes-jadi-tersangka-Oc6veVgf8a.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

SEMARANG - Polisi telah menetapkan salah satu mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Setu Abdul Hadi (24) sebagai tersangka atas kasus perjokian dalam ujian masuk di Universitas Sultan Agung Semarang.

"Dari pemeriksaan ulang ditemukan cukup bukti untuk ditetapkan menjadi tersangka," kata Kepala Subbagian Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna baru-baru ini.

Sebelumnya, mahasiswa Unnes tersebut sempat dilepas oleh pihak Polsek Genuk karena dinilai belum cukup bukti untuk menjerat Setu yang berstatus sebagai mahasiswa semester delapan di Fakultas MIPA Unnes.

Mesti telah ditetapkan sebagai tersangkat, lanjut Suwarna, Setu belum ditahan. Ia menjelaskan, Setu masih dikenakan wajib lapor atas kasus yang menjeratnya tersebut.

Mahasiswa yang tertangkap basah menjadi joki tersebut, lanjut Suwarna, dijerat dengan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen.

Seperti diketahui, seorang joki peserta ujian masuk calon mahasiswa Unissula Semarang tertangkap basah oleh petugas pada 12 Juli 2017.

Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Unissula Amin Purnawan mengatakan pelaku ditangkap sesaat sebelum masuk ke ruang ujian.

Pelaku diketahui menggantikan calon mahasiswa bernama Satrio Purnomo Prabowo (17) warga jalan Tanah Merdeka, Jakarta Timur, yang mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi.

"Sebelum masuk ruangan, petugas memeriksa kartu tes dan kartu pelajar peserta ujian," katanya.

Saat giliran si pelaku, lanjut dia, petugas curiga karena pelaku tak bisa menjawab sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan data diri peserta ujian. Petugas yang curiga kemudian menanyakan tanggal lahir pendaftar yang bersangkutan. Namun, pelaku tidak bisa menjawab.

Pelaku juga tidak bisa menjawab saat ditanya asal sekolahnya. Ia menjelaskan, saat itu Setu hanya membawa kartu ujian dan kartu pelajar milik Satrio.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini