Share

Kritik Menristekdikti di Medsos, 2 Mahasiswa Unnes Dipolisikan

Taufik Budi, Sindo TV · Minggu 30 Juli 2017 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 30 65 1746511 kritik-menristekdikti-di-medsos-2-mahasiswa-unnes-dipolisikan-sOo7Z6C97H.jpg Foto: Instagram

SEMARANG - Dua mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) dilaporkan ke polisi gara-gara mengunggah piagam penghargaan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) ke media sosial. Piagam tersebut dinilai tak patut diberikan kepada Menristekdikti pada acara resmi di Unnes.

Mahasiswa yang kini harus berhadapan dengan kasus hukum tersebut adalah Julio Belnanda Harianja dari Fakultas Hukum dan Harist Akhmad Muzaki Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Dua mahasiswa semester 8 itu dinilai menyalahi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Yang dilaporkan adalah postingan di akun Instagram saya terkait piagam penghargaan yang ditujukan kepada Menristekdikti M Nasir," kata Harist saat berbincang dengan Okezone, baru-baru ini.

Dia mengatakan, piagam yang diberikan kepada Menristekdikti itu berisi " Piagam Penghargaan Dianugerahkan kepada Mohamad Nasir (Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi) atas capaian Telah Menciderai Asas Ketunggalan UKT di Perguruan Tinggi".

Piagam yang ditandatangani Presiden BEM KM Unnes Mohamad Adib, itu diserahkan kepada Menristekdikti pada 6 Mei.

"Isi dari piagam itu memang benar, bahwa UKT sudah tidak tunggal lagi. Itu adalah kritik, cara mahasiswa yang didasarkan kajian dan disampaikan ke Menristekdikti dalam bentuk piagam. Dan itu tentu untuk kepentingan umum, karena sistem UKT yang sekarang ada, menimbulkan masalah di berbagai perguruan tinggi," terangnya.

Sementara itu, Rektor Unnes Fathur Rokhman, mengakui pihaknya telah melaporkan oknum mahasiswa tersebut. Menurutnya, pelaporan bukan sebagai pembungkaman atau larangan menyampaikan pendapat atau kritik, melainkan karena dugaan pelanggaran hukum UU ITE yang telah mengunggah dokumen tidak patut diberikan pada Menristekdikti saat acara di Unnes.

"Pelaporan kepolisian oleh Biro BUHK Unnes kepada dugaan pelanggaran pidana (KUHP) pada oknum mahasiswa. Kami sampaikan bahwa pelaporan tersebut memang ada. Unnes menyesalkan telah diunggahnya dokumen tersebut oleh mahasiswa sehingga diduga melakukan pencemaran nama baik lembaga sesuai dengan UU ITE," katanya yang diposting dalam akun pribadinya di medsos.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini